banner 728x250

Viral Emak-emak ‘Jagoan’ Jalanan di Mojokerto, Ujung-ujungnya Minta Maaf di Kantor Polisi

Foto: Tangkapan layar percekcokan sesama emak-emak yang viral di Mojokerto

ABNnews – Aksi arogan seorang pengemudi mobil yang sempat viral di media sosial akhirnya berakhir di kantor polisi. Pelaku berinisial IM (28) berhasil diamankan pihak kepolisian setelah sempat melarikan diri ke luar kota usai aksinya cekcok dan menoyor anak kecil di jalanan Kota Mojokerto menjadi sorotan publik.

Insiden yang terjadi di Jalan Empunala ini bermula dari perselisihan lalu lintas. Pelaku kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Mojokerto Kota.

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, IPTU Jinarwan, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah korban, LI (33), resmi melaporkan kejadian tersebut.

“Jadi awalnya terjadi percekcokan antara dua perempuan yang viral di media sosial. Kami menanggapi dan langsung memprosesnya,” ujar Jinarwan, Senin (20/4/2026).

Setelah video aksi arogannya viral, IM sempat tidak memenuhi panggilan polisi. Ia memilih kabur dan bersembunyi di rumah kerabatnya di kawasan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“Ibu ini ketakutan karena videonya viral dia kemudian ke tempat kerabat untuk menenangkan diri di wilayah Pasuruan,” tambahnya.

Polisi akhirnya berhasil mengamankan IM bersama mobil yang digunakannya saat kejadian.

Alasan Pelaku: ‘Khilaf dan Takut Viral’

Saat dimintai keterangan di Polres Mojokerto Kota, IM mengakui perbuatannya. Ia mengaku sempat panik dan ketakutan karena videonya menjadi buah bibir di media sosial.

IM berdalih bahwa emosinya tersulut karena ia merasa pengendara motor (korban) memotong jalannya secara tiba-tiba. Ia juga mengaku khawatir dengan keselamatan anaknya yang saat itu berada di dalam mobil.

“Saya khilaf, saya spontan tersulut emosi. Posisi saya sama anak di dalam mobil, jadi saya juga mengkhawatirkan anak saya di mobil takut kenapa-kenapa,” ujar IM.

Meski sempat terlihat garang di jalanan, IM akhirnya melunak. Saat berada di Mapolres Mojokerto Kota, ia telah bertemu dan meminta maaf secara langsung kepada korban.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *