banner 728x250

Cewek yang Tantang Netizen Bikin Komentar Rasis Akhirnya Diciduk Polisi, Nangis Ngak Ya?

Viral wanita ngaku anak polisi berpangkat bikin lomba rasis berhadiah Rp100 ribu (Instagram/Threads/@adhitya_303)

ABNnews – Jagat media sosial dihebohkan oleh aksi arogan seorang perempuan yang nekat mengadakan lomba komentar rasis dan sesumbar kebal hukum.

Setelah diselidiki, sosok perempuan berinisial L tersebut ternyata merupakan anak dari pasangan perwira polisi berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) di lingkungan Polda Jateng dan Akademi Kepolisian (Akpol).

Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jateng memastikan tidak tinggal diam dan kini telah mengamankan sekaligus memeriksa intensif perempuan tersebut terkait konten kontroversial yang dibuatnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto menerangkan, tim siber telah melacak keberadaan L dan langsung bergerak memintai keterangan yang bersangkutan mengenai motif di balik pembuatan video rasis itu.

“Jadi Polda Jawa Tengah, khususnya Direktorat Siber ini, sudah melakukan penyelidikan terhadap informasi yang ada, membenarkan bahwa hasil penyelidikan yang bersangkutan seseorang berinisial L sudah kita mintai keterangan,” tegas Artanto dikutip detikcom, Rabu (20/5/2026).

Artanto sekaligus meluruskan kabar miring yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa L bukanlah anak dari perwira yang berdinas di Polrestabes Semarang seperti narasi yang telanjur viral, melainkan anak dari dua perwira menengah (Pamen) Polri.

Status hukum L sendiri dipastikan sudah masuk kategori dewasa, meski polisi tidak merinci usia pastinya secara gamblang.

“Yang bersangkutan bukan anak polisi dari Polrestabes Semarang, namun anak dari berpangkat Kompol di Polda Jawa Tengah dan juga Kompol di Akpol. (Ibu L) Pamen atau Kompol di Akpol, bapaknya Kompol di Polda Jawa Tengah,” urai Artanto secara mendetail.

Saat ini, fokus penyelidikan kepolisian diarahkan untuk membedah unsur pidana dalam konten serta menggali motivasi utama L yang sampai hati menginisiasi lomba berbau rasisme tersebut.

“Tentunya akan didalami masalah kontennya, kemudian dari konten tersebut narasi apa yang disebutkan dan juga motivasi dan sebagainya. Ini sedang dilakukan penyelidikan oleh Direktorat Siber,” pungkas Artanto.

Aksi nirempati L ini mendadak viral setelah diunggah ulang oleh sejumlah akun informatif di Instagram, salah satunya @kasitau.info. Dalam cuplikan video pendek yang beredar, tampak L yang mengenakan kaus hitam sedang asyik berjoget.

Tepat di atas videonya, tersemat tulisan provokatif: “komentar paling rasis gw tf 100rb”.

Benar saja, pancingan tersebut langsung diserbu netizen dengan deretan komentar rasisme yang menyasar suku tertentu, termasuk etnis Papua.

Tak berselang lama, L kembali mengunggah video lanjutan yang menantang hukum karena merasa dibentengi oleh jabatan mentereng orang tuanya.

“Apa-apa dikasusin. Saya yang akan menang saya. Orang tua saya dua-duanya polisi dan bukan pangkat rendah,” cerocos L dalam video viral tersebut.

Sontak, takarir unggahan itu pun langsung memicu kegeraman netizen luas.

“Anak perwira bikin lomba rasis, akui kebal hukum dari ortu berpangkat. Penyakit NPD akut ini astagaaa, mencoreng nama baik Kepolisian,” bunyi kecaman dalam video Jumat (8/5/2026) lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *