ABNnews – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus kekerasan seksual di pondok pesantren Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Korban dari aksi kekerasan oknum pendidik mencapai 30–50 santriwati, mayoritas masih tingkat SMP.
Terduga pelaku merupakan oknum pengasuh pesantren yang diduga memanfaatkan kerentanan korban, terutama dari keluarga kurang mampu dan anak yatim. Kasus ini memicu reaksi masyarakat. Ribuan warga sempat mendatangi lokasi, sementara Nahdlatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor di tingkat daerah mendesak pengusutan tuntas.
Firman menegaskan kasus tersebut merupakan tindak pidana serius yang harus diproses hukum tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya harus mendapatkan ganjaran hukum yang setimpal.
“Ini kejahatan berat, bukan sekadar isu yang mencederai lembaga. Pelakunya harus dihukum tegas,” ujar Firman di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Pria asli Pati dan juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) di Jakarta ini juga meminta aparat segera menetapkan tersangka, menahan pelaku, serta menjamin perlindungan korban dan saksi. Selain itu, pemerintah didorong melakukan audit dan evaluasi terhadap pesantren terkait.
Firman mengimbau masyarakat mengawal kasus secara bijak tanpa menggeneralisasi seluruh pesantren.
“Korban harus dilindungi dan dipulihkan, sementara lembaga pendidikan tetap dijaga kepercayaannya,” tegas legislator dapil Jateng III ini.
Bagus Iswanto













