ABNnews – Kabar gembira buat kamu yang sering melintasi rute Solo-Jogja! Proyek pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo (Jogja-Solo), khususnya untuk segmen Prambanan-Purwomartani, kini tengah dikebut pengerjaannya.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, turun langsung meninjau progres proyek ini pada Rabu (22/4/2026). Kunjungan ini memastikan target percepatan pembangunan, terutama akses menuju kawasan Bokoharjo, dapat tercapai tepat waktu.
Kunjungan ini merupakan langkah tindak lanjut agar pembangunan akses Bokoharjo segera rampung. Proyek ini diproyeksikan untuk mendukung kesiapan operasional pada momen libur panjang mendatang.
“Kunjungan ini sebagai tindak lanjut hasil rapat pembahasan permohonan percepatan pembangunan akses Bokoharjo Jalan Tol Jogja-Solo yang ditargetkan dapat mendukung kesiapan operasional Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 serta Lebaran 2027,” ujar Rivan.
Jasa Marga berkomitmen mempercepat penyediaan akses menuju kawasan Bokoharjo. Akses ini nantinya akan berfungsi sebagai pintu masuk utama ke destinasi wisata populer, Candi Ratu Boko.
Beberapa poin penting terkait akses ini:
* Pengembangan: Bakal dikembangkan sebagai Exit Gerbang Tol (GT) Purwomartani.
* Panjang Akses: Sekitar 1,95 KM mengarah langsung ke wilayah Bokoharjo.
* Manfaat: Mengantisipasi kepadatan di jalan nasional Yogyakarta–Solo, meningkatkan kenyamanan, dan efisiensi waktu tempuh pengguna jalan.
Berdasarkan data terbaru per 15 April 2026, progres konstruksi Jalan Tol Jogja-Solo segmen Prambanan-Purwomartani telah mencapai angka impresif, yakni 94,8%. Saat ini, tahapan persiapan lahan untuk pembangunan akses juga sudah mulai dilakukan.
Jasa Marga menegaskan peran strategis proyek ini sebagai penggerak konektivitas nasional. Selain memperlancar mobilitas, kehadiran akses tol ini diharapkan memberikan dampak ekonomi nyata, mulai dari meningkatkan kunjungan wisata ke Ratu Boko hingga mendorong pertumbuhan pelaku usaha lokal di sekitar area tersebut.













