banner 728x250

Pembunuhan Sadis Juru Masak Ponpes di Ogan Ilir, Diracuni Kekasih Lalu Rekayasa Gantung Diri

Sandino alias Dino (SD/18 tahun) dari Kabupaten Ogan Ilir, ditangkap polisi usai melakukan pembunuhan berencana terhadap wanita bernama Yusnani (29 tahun). Foto: Dok. Istimewa

ABNnews – Kasus pembunuhan sadis yang menimpa seorang juru masak pondok pesantren (ponpes) bernama Yusnani (29) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, akhirnya berhasil dibongkar polisi.

Korban tewas setelah diracuni oleh kekasihnya sendiri yang berinisial S alias Dino (18), yang kemudian merekayasa kematian korban dengan menggantung jasadnya di sebuah pohon kebun karet.

Buntut dari perbuatan biadab tersebut, remaja tanggung itu kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana oleh pihak kepolisian.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, menjelaskan bahwa misteri ini bermula dari adanya laporan warga terkait penemuan jasad seorang perempuan yang tergantung di kawasan kebun karet, Desa Tanjung Miring, Kecamatan Rambang Kuang, pada Kamis (11/6).

Tim gabungan Polsek Muara Kuang dan Satreskrim Polres Ogan Ilir yang tiba di lokasi langsung melakukan identifikasi. Korban diketahui merupakan Yusnani, warga Desa Tambang Rambang yang sehari-hari bekerja sebagai juru masak di Pondok Pesantren Darul Funun.

“Selain itu, tim juga menemukan sejumlah kejanggalan, di antaranya tidak ditemukannya sepeda motor dan telepon genggam milik korban di lokasi kejadian,” ungkap Bagus kepada awak media, Sabtu (13/6/2026).

Berangkat dari raibnya kendaraan dan ponsel milik korban, petugas langsung melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk menguak penyebab pasti kematian korban yang dinilai tak wajar tersebut.

“Hasil penyelidikan mendapati bahwa korban merupakan korban pembunuhan berencana yang disertai pencurian dengan kekerasan,” lanjut Bagus.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi kunci, polisi akhirnya berhasil mengendus keberadaan Dino. Pelaku diringkus tanpa perlawanan di tempat persembunyiannya di Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim.

Di hadapan penyidik, Dino akhirnya mengakui semua perbuatan kejinya. Terungkap, motif di balik pembunuhan sadis ini dilatarbelakangi oleh hubungan asmara terlarang dan kehamilan korban.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, keduanya memang menjalin hubungan asmara. Korban diketahui sedang hamil dan meminta untuk dinikahi. Namun, tersangka tidak mau bertanggung jawab,” jelas Bagus.

Dino mengaku didera kepanikan luar biasa dan takut jika jalinan cinta serta kehamilan korban tercium oleh pihak keluarga maupun masyarakat.

Alih-alih bertanggung jawab, remaja 18 tahun ini justru gelap mata dan menyusun rencana maut untuk melenyapkan nyawa sang kekasih.

Eksekusi keji itu dilakukan Dino dengan cara mencampurkan racun rumput ke dalam botol air mineral yang kemudian ia berikan kepada korban. Tanpa curiga, korban pun meminum air maut tersebut.

“Korban yang meminum air tersebut kemudian merasa pusing dan tidak sadarkan diri. Setelah memastikan korban meninggal dunia, tersangka menggantung jasad korban di sebuah pohon di kawasan kebun karet tersebut,” urai Bagus.

Siasat gantung diri itu sengaja dilakukan Dino demi mengelabui petugas dan warga sekitar agar mengira korban tewas murni karena mengakhiri hidupnya sendiri. Usai melancarkan sandiwara busuknya, Dino langsung tancap gas melarikan diri dengan menggondol sepeda motor serta ponsel milik korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *