ABNnews — Memiliki hunian yang nyaman, kokoh, namun tetap ramah di kantong adalah impian setiap keluarga. Namun, impian ini kini terganjal realitas ekonomi yang kian menantang antara harga rumah yang semakin mahal dan tidak sesuai dengan rata-rata pendapatan masyarakat Indonesia.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) menghadirkan WHOME, sebuah inovasi rumah modular berbasis beton pracetak (precast) yang tidak hanya menawarkan kecepatan pembangunan, tetapi juga ruang bagi kehangatan keluarga untuk tumbuh.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) pembangunan 3 juta rumah, WHOME dirancang bukan sekadar sebagai bangunan fisik, melainkan sebuah ekosistem kehidupan yang berkelanjutan.
WIKA Beton merancang WHOME dalam beberapa tipe untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat Indonesia, yakni Tipe 22, Tipe 36, dan Tipe 45.
Di antara pilihan tersebut, Tipe 36 menjadi varian yang paling diminati. Dengan luas yang proporsional, tipe ini menjadi pilihan ideal bagi pasangan muda atau keluarga kecil. Secara spesifik,
WHOME Tipe 36 telah dirancang dengan tata ruang yang fungsional untuk mendukung aktivitas harian keluarga, di mana di dalamnya terdapat dua kamar tidur yang memberikan kenyamanan beristirahat, didukung dengan susunan ruangan yang lengkap mulai dari ruang tamu yang terintegrasi untuk menyambut kerabat, dapur dengan desain modern, hingga satu kamar mandi.
Ruang tamu yang terintegrasi memungkinkan anggota keluarga berkumpul, bertukar cerita setelah seharian beraktivitas, menciptakan suasana hangat. Tak ketinggalan, area dapur menjadi saksi bisu tempat seorang ibu atau ayah menyiapkan hidangan penuh kasih sayang bagi buah hati mereka.
“Konsep WHOME adalah tentang fleksibilitas. Kami ingin memberikan rumah yang bisa tumbuh bersama penghuninya. Interiornya bisa di-customize sesuai selera, memastikan setiap keluarga merasa ‘benar-benar pulang’ ke rumah mereka sendiri,” ungkap Manajemen WIKA Beton.
Di tengah dinamika hidup yang serba cepat, WHOME menawarkan solusi konstruksi yang revolusioner. Berbeda dengan rumah konvensional yang memakan waktu berbulan-bulan, struktur utama WHOME hanya membutuhkan waktu 2 hari.
Proses instalasi dan penyelesaian akhir (finishing) di lokasi hanya memakan waktu sekitar 18 hari. Total hanya dalam waktu 20 hari, sebuah keluarga sudah bisa menempati rumah baru mereka. Keunggulan ini sudah terbukti melalui simulasi di PPB Bogor, di mana efisiensi waktu tidak mengurangi kualitas sedikit pun.
WHOME telah dirancang tahan gempa dengan Kategori Desain Seismik (KDS) D, memberikan rasa aman bagi keluarga di tengah kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana. Tak hanya itu, WHOME termasuk dalam hunian hijau karena menggunakan material dan proses produksi yang ramah lingkungan seperti material tambahan seperti fly ash dan slag membuktikan bahwa WIKA Beton peduli pada kelestarian bumi untuk diwariskan kepada anak cucu kita nantinya.
Sistem instalasi modular pada WHOME dapat dilakukan dengan tenaga manusia tanpa perlu alat berat, menjadikannya solusi yang terjangkau bagi masyarakat di daerah terpencil sekalipun.
WIKA Beton melalui WHOME membuktikan bahwa teknologi tinggi dan modernitas dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai kekeluargaan.
***













