banner 728x250

Selat Hormuz Membara! Harga Plastik Dalam Negeri Bakal Melejit? Ini Kata Menteri Agus

Ilustrasi. Pedagang menata plastik berbahan polypropylene (PP) homopolymer di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Selasa, (25/11/2025). (Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

ABNnews – Gejolak geopolitik di Selat Hormuz bikin pemerintah waswas. Pasalnya, jalur krusial itu punya pengaruh besar ke rantai pasok bahan baku petrokimia dan industri plastik nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pun langsung turun tangan mengumpulkan para pelaku industri hulu hingga hilir buat mitigasi.

Menperin Agus memastikan, meski dunia lagi nggak menentu, stok plastik di dalam negeri saat ini diklaim masih aman.

“Dari hasil pertemuan, kami mendapatkan jaminan dari industri bahwa stok plastik seharusnya tidak ada masalah. Saya garis bawahi kata seharusnya, karena pemerintah tetap terus memantau perkembangan situasi global,” kata Agus di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Waktu Pengiriman Molor dari 15 Jadi 50 Hari

Meski stok aman, ada kabar yang kurang sedap soal distribusi. Gara-gara distorsi di Selat Hormuz, waktu pengiriman bahan baku dari luar negeri jadi ngaret parah!

“Waktu pengiriman yang sebelumnya rata-rata sekitar 15 hari, saat ini dapat meningkat hingga 50 hari. Kondisi ini tentu berdampak pada peningkatan beban biaya produksi,” ungkap Agus Gumiwang.

Nggak cuma waktu yang molor, kenaikan biaya logistik, freight pelabuhan, sampai pengenaan surcharge premium mulai membayangi struktur harga produk plastik di dalam negeri. Artinya, penyesuaian harga barang-barang berbahan plastik kemungkinan besar bakal terjadi.

Lirik CPO Jadi Alternatif Bahan Baku

Situasi ini jadi pelajaran berharga buat Indonesia agar nggak melulu bergantung sama impor. Menperin menegaskan pentingnya kemandirian industri petrokimia. Salah satu opsinya adalah melirik sumber daya lokal seperti crude palm oil (CPO) sebagai substitusi nafta.

“Kita harus melihat seluruh potensi sumber daya nasional yang bisa menjadi alternatif, termasuk CPO, meskipun tantangan keekonomiannya masih perlu dihitung secara matang,” tuturnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri raksasa industri seperti Chandra Asri hingga Lotte Chemical tersebut, para investor juga curhat soal perlindungan pasar. Mereka berharap pemerintah lebih tegas membentengi pasar domestik dari gempuran produk impor agar investasi baru tetap menarik.

Menperin berjanji pihaknya akan terus mendampingi pelaku industri agar manufaktur nasional tetap tahan banting menghadapi dinamika global yang makin ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *