ABNnews– Kelompok Posyandu Cendana di lingkungan RW 017, Kelurahan Jatimulya, mendapatkan pembekalan strategis dalam upaya meningkatkan taraf ekonomi keluarga. Salah satunya, melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang bertema Pelatihan Komunikasi Bisnis untuk Berwirausaha bagi Ibu-Ibu Posyandu Cendana.Acara yang bertujuan untuk membekali para kader dan warga dengan keterampilan berbicara serta negosiasi yang efektif dalam dunia usaha.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Azhar Hutomo, yang juga merupakan dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendukung UMKM lokal.
“Banyak ibu rumah tangga memiliki produk berkualitas, namun seringkali terkendala dalam cara memasarkan dan membangun jejaring. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu mengomunikasikan nilai jual produk mereka dengan lebih profesional dan percaya diri,” katanya, Sabtu (11/4/2026).
Sedangkan, Ketua Posyandu Cendana, Ita Mulyani, menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru bagi para anggotanya. Menurutnya, ibu-ibu Posyandu tidak hanya fokus pada urusan kesehatan balita dan lansia, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi di lingkungannya.
“Kami berharap semangat berwirausaha ini dapat terus tumbuh sehingga mampu membantu stabilitas finansial rumah tangga di wilayah Jatimulya,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari aparatur lingkungan setempat. Ketua RW 017, M. Ziani, menyampaikan rasa terima kasih atas pemilihan wilayahnya sebagai lokasi pengabdian. Ia menilai bahwa keterampilan komunikasi bisnis merupakan aset penting di era digital saat ini.
Pihak RW berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan serupa yang bertujuan untuk memberdayakan warga, khususnya kaum perempuan, agar lebih mandiri dan inovatif dalam melihat peluang pasar yang ada di sekitar mereka.
Romi Syahril selaku tutor dalam pengabdian tersebut menjelaskan kunci utama dalam komunikasi bisnis bagi pemula adalah kemampuan membangun kepercayaan calon pembeli melalui penyampaian pesan yang jujur namun persuasif. Menurutnya, komunikasi bukan sekadar berbicara, melainkan tentang bagaimana mendengarkan kebutuhan pasar dan meresponsnya dengan solusi yang tepat melalui produk yang ditawarkan.













