banner 728x250

Pernyataan Jokowi Langgar Omongan Sendiri, Siap Mati-matian di PSI untuk Kepentingan Keluarga

Jokowi berpidato di Rakernas PSI. (Foto: istimewa)

ABNnews — Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Guntur Romli mengkritik pidato Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan siap bekerja “mati-matian” untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Guntur menilai, komitmen Jokowi untuk bekerja mati-matian demi PSI menunjukkan kepentingan politik keluarga, bukan kepentingan publik. Sebab, PSI saat ini dipimpin oleh putra Jokowi, Kaesang Pangarep.

“Jokowi mau mati-matian bekerja untuk partai yang dipimpin oleh anaknya sendiri, alih-alih demi rakyat, bangsa, dan negara. Bukankah ini level terendah, mati-matian untuk mempertahankan kekuasaan keluarganya sendiri,” kata Guntur Romli.

Guntur mengatakan, pernyataan Jokowi tersebut bertentangan dengan sikap dan ucapan Jokowi sendiri selama ini. Pasalnya, lanjut dia seperti dikutip kompas.com, Jokowi pernah menyampaikan akan kembali ke Solo dan menjadi rakyat biasa setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

“Artinya, apa pun yang diomongkan oleh Jokowi, publik tidak perlu menghiraukan karena omongan itu akan dilanggar sendiri olehnya,” katanya.

Selain itu, Guntur juga menyoroti batalnya pengumuman Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina PSI, meskipun sebelumnya isu tersebut sempat ramai disampaikan ke publik.

“Jokowi tidak jadi diumumkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI yang sebelumnya digembor-gemborkan lewat gimik. Ini menunjukkan Jokowi sendiri tidak yakin dengan masa depan dan kekuatan PSI,” kata Guntur.

Diketahui, Jokowi menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang berlangsung di Hotel Claro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (31/01) lalu.

Jokowi mendapat kesempatan untuk memberi Arahan dalam Rakernas itu. Dalam pidatonya, Jokowi menyatakan siap mati-matian kerja untuk partai berlambang gajah.

“Saudara bekerja habis-habisan untuk PSI. Saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI,” seru Jokowi lagi, disambut dengan sorakan peserta.

Mantan Wali Kota Solo itu bilang, PSI butuh mesin yang besar. Ucapannya itu merujuk pada penjaringan kader. Jokowi pun menyatakan kesiapannya turun gunung untuk PSI.

Dia mengatakan akan merangkul masyarakat sampai ke kecamatan-kecamatan. “Kalau dibutuhkan saya harus datang, saya masih sanggup,” kata dia.
Eks Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, dirinya masih sanggup datang langsung ke kabupaten atau kota se-Indonesia. “Kalau perlu ke kecamatan, saya sanggup,” imbuhnya.

Jokowi pun mengaku masih sanggup, meski dia harus menyambangi lebih dari 7.000 kecamatan yang tersebar di Indonesia. “Kira-kira ada 7.000 kecamatan di Indonesia. Saya masih sanggup,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *