banner 728x250

“Kami Cuma Bisa Melihat…” Cerita Pilu Ngadiono Saksikan Penumpang Terjebak Ledakan Bus ALS

Nadzar Lendi

Foto : Disway.Id

ABNnews – Salah satu penumpang bus ALS yang selamat dari kecelakaan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Ngadiono dan istrinya menceritakan, dia menyebut bus ALS tak layak jalan.

“Dari awal kami sudah punya firasat tidak enak, karena melihat kondisi bus seperti tidak layak,” katanya Rabu (6/5/2026), dilansir dari Disway.id

Meski demikian, ia dan istrinya tetap melanjutkan perjalanan dari Pati menuju Medan karena keterbatasan biaya dan tiket yang tidak dapat dikembalikan.

“Karena tiket tidak bisa dikembalikan dan kami tidak punya uang lagi, akhirnya kami tetap berangkat,” ujarnya.

Selama perjalanan, bus disebut beberapa kali mengalami gangguan teknis, mulai dari radiator yang kekurangan air hingga kebocoran oli.

Kisah Korban Selamat dari Kecelakaan Bus ALS

Peristiwa nahas itu terjadi ketika terdengar benturan keras yang langsung diikuti kobaran api besar.

Bus ALS bertabrakan dengan truk tangki BBM dari arah berlawanan sebelum akhirnya terbakar hebat.

“Saya dengar benturan keras, lalu api sudah membesar. Saya dan istri langsung lompat keluar lewat jendela,” kata Ngadiono.

Tak lama setelah itu, satu penumpang lain juga berhasil menyelamatkan diri dengan cara serupa.

Akan tetapi setelah keluar dari bus, mereka hanya bisa menyaksikan kobaran api yang semakin membesar disertai suara ledakan, sementara penumpang lain masih terjebak di dalam kendaraan.

“Kami hanya bisa melihat penumpang lain terjebak di dalam bus. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Diduga Hindari Lubang

Polisi menduga kecelakaan maut tersebut bermula saat sopir bus ALS berusaha menghindari lubang di ruas Jalan Lintas Sumatera.

Kasatlantas Polres Muratara AKP M Karim menjelaskan, bus yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi diduga berbelok ke kanan hingga bertabrakan langsung dengan truk tangki minyak dari arah berlawanan.

“Bus ALS diduga menghindari lubang sehingga adu kambing dengan truk mobil tangki,” ungkap Karim.

Benturan keras itu memicu kebakaran besar yang menyebabkan banyak korban jiwa.

Berdasarkan data sementara, total korban meninggal dunia mencapai 16 orang, terdiri dari 14 penumpang bus dan dua orang dari truk tangki BBM.

Peristiwa kecelakaan Bus ALS di Jalinsum Muratara ini kembali menjadi perhatian publik terkait keselamatan transportasi darat, terutama kondisi armada bus antarkota yang beroperasi di jalur lintas Sumatera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *