banner 728x250

Viral Video Asusila Bareng Wanita dan Isap Vape Narkotika, Nasib Kompol DK Berakhir Miris!

Kompol Dedi Kurniawan saat menjalani pemeriksaan. (Foto: dok. Polda Sumut)

ABNnews – Karier mentereng perwira menengah di jajaran Polda Sumatera Utara (Sumut), Kompol Dedi Kurniawan (DK), akhirnya runtuh.

Kompol Dedi resmi dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) alias dipecat dari korps Bhayangkara.

Hukuman berat ini dijatuhkan setelah video skandalnya yang memperlihatkan tindakan asusila bersama seorang wanita, serta aksi mengisap rokok elektrik mengandung narkotika (vape getar), viral dan menggegerkan jagat maya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, membenarkan bahwa sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) telah mengetok palu putusan tertinggi untuk menyanksi pelanggaran berat sang perwira.

“Iya, hasil sidang berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau pemecatan,” tegas Kombes Ferry Walintukan dilansir detikcom, Kamis (6/5/2026).

Ferry menambahkan, pemecatan ini merupakan akumulasi dari sejumlah pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan Kompol Dedi selama bertugas di wilayah hukum Polda Sumut.

Meski bukti-bukti pelanggarannya sudah telanjang bulat di media sosial, Kompol Dedi rupanya enggan pasrah begitu saja menerima nasibnya dicopot dari kedinasan. Ia langsung mengajukan langkah hukum lanjutan demi menganulir putusan pemecatan tersebut.

“Kompol DK melakukan banding,” ungkap Ferry singkat mengenai respons sang perwira pasca-sidang etik.

Geger kasus ini bermula saat sebuah rekaman amatir yang menampilkan sosok Kompol Dedi beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Kompol Dedi terlihat tengah asyik duduk berduaan dengan seorang teman wanitanya yang diketahui bernama Lina.

Alih-alih menjaga martabat sebagai pelindung masyarakat, Kompol Dedi justru tampak bermesraan, merangkul, hingga diduga melakukan tindakan asusila dengan wanita tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, dalam potongan video yang sama, Kompol DK juga kedapatan berulang kali mengisap vape.

Bukan vape biasa, rokok elektrik tersebut diduga kuat merupakan jenis ‘vape getar’ yang telah disusupi kandungan narkotika. Akibatnya, sang perwira diduga kuat sedang berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang saat aksi bermesraan itu direkam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *