ABNnews – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah sekaligus Ketua Umum MUI Pusat, M. Din Syamsuddin, mengecam keras aksi penggerebekan di Pesantren khusus putri Hamalatul Qur’an, Mojolabang, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang terjadi pada dini hari Selasa (27/10/2026).
Din menilai tindakan tersebut sangat kejam, di luar hukum, dan mendesak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk segera memecat Kapolda Jawa Tengah.
Din menyayangkan penggerebekan yang diwarnai tindakan represif aparat kepolisian hingga berdampak pada psikologis para santriwati di dalam pesantren.
“Penggerebekan sebuah asrama di Pesantren khusus putri Hamalatul Qur’an, Mojolabang, Sukoharjo pada dini hari 27 Oktober 2026 sungguh merupakan tindakan di luar hukum, kejam, dan tak berperikemanusiaan. Apalagi diberitakan seorang santriwati umur 10 tahun dipaksa tersungkur di bawah ancaman senjata laras panjang,” tegas Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya.
Ia menilai, aksi penindakan seperti itu sudah mengarah pada tindakan teror, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), serta mencederai citra lembaga pendidikan Islam.
“Tindakan seperti itu mirip aksi teror, pelanggaran Hak Asasi Manusia, penyimpangan fungsi Polri sebagai penegak hukum, dan merupakan penodaan kesucian lembaga pendidikan Islam yang nyata,” ujarnya.
Atas kejadian memprihatinkan tersebut, Din meminta pimpinan tertinggi Polri tidak tinggal diam dan memberikan sanksi terberat kepada pejabat utama Polda Jateng serta oknum anggota yang terlibat langsung di lapangan.
“Maka tidak ada kata yang bijak kita sampaikan kepada Kapolri kecuali segera memecat Kapolda Jawa Tengah yang dianggap memerintah dan gagal menjalankan fungsi Polri semestinya, dan mengambil tindakan tegas kepada para anggota Polri yang melakukan penggerebekan,” cecar Din.
Ia menekankan agar Mabes Polri tidak mengabaikan aspirasi dan kemarahan publik yang dapat merusak kembali tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara.
Lebih lanjut, Din mengimbau Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menjadikan insiden ini sebagai momentum pembenahan total internal kepolisian dari berbagai bentuk ketidakprofesionalan.
“Jangan abaikan kejadian tersebut karena hanya menimbulkan kemarahan masyarakat dan menghilangkan kepercayaan masyarakat yang sebenarnya sudah memudar selama beberapa tahun lalu. Inilah saatnya Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengambil tindakan tegas membersihkan Kepolisian Negara dari stigma buruk, dan membenahi ketidakprofesionalan Polri,” imbuhnya.
Menutup pernyataannya, Din juga berpesan kepada seluruh elemen umat Islam dan kalangan pesantren untuk menyikapi insiden ini dengan tenang namun tetap teguh menolak segala bentuk kezaliman.
“Kepada umat Islam khususnya kalangan pesantren agar tenang, dan bersatu padu dalam sikap melawan kezaliman,” pungkas Din.












