Opini  

Omset UMKM Anjlok 50-80% Dampak Karhutla, Ketua Umum APKLI Merah Putih Dorong Presiden Prabowo Beri BLT dan Stimulus Keuangan

Ketua Umum APKLI Merah Putih, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed.,

ABNnews – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menerpa wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, NTB, hingga NTT selama empat bulan terakhir berdampak fatal bagi perekonomian rakyat kecil.

Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Indonesia Merah Putih (APKLI MP) mencatat omset para pelaku UMKM anjlok hingga 50-80 persen, sehingga mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk segera menyalurkan BLT dan stimulus keuangan.

Ketua Umum APKLI Merah Putih, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., mengungkapkan bahwa karhutla yang berlangsung sejak Juni 2026 ini tak hanya menimbulkan ketegangan diplomatik dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup ratusan ribu pedagang kecil.

“Untuk itu, APKLI Merah Putih mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil dua kebijakan mendasar. Pertama, menetapkan Karhutla sebagai bencana alam nasional agar segenap sumber daya negara dapat dimaksimalkan. Kedua, memberikan BLT, stimulus relaksasi kredit, restrukturisasi keuangan, serta tanggap darurat kesehatan bagi pelaku UMKM,” tegas dr. Ali Mahsun di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Pendapatan Harian Anjlok Hingga Sisakan Rp 36 Ribu

Ali menjelaskan, kabut asap tebal dan buruknya kualitas udara memaksa masyarakat memilih berdiam diri di rumah. Sepinya aktivitas luar ruangan membuat pendapatan sektor kuliner, pedagang kaki lima (PKL), warung kelontong, hingga transportasi lokal terjun bebas.

“Sebagai contoh, pendapatan harian beberapa pedagang kecil di kawasan terdampak turun drastis dari yang biasanya Rp 200.000 menjadi tinggal Rp 36.000 hingga Rp 75.000 per hari,” ungkap dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FK Unibraw dan FKUI tersebut.

Kondisi diperparah oleh terbatasnya jarak pandang yang mengganggu rantai pasokan bahan baku dan bahan pokok. Terhambatnya jalur distribusi menyebabkan lonjakan harga komoditas seperti cabai dan sayuran, yang semakin menggerus margin keuntungan usaha rakyat.

Diancam ISPA Hingga Terjerat Cicilan Kredit

Tak hanya memukul pendapatan, polusi asap tebal juga mengancam kesehatan para pedagang yang beraktivitas di ruang terbuka. Banyak di antara mereka mulai mengeluhkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga sesak napas, yang memaksa tempat usaha tutup lebih cepat.

Akibat anjloknya pendapatan harian, para pelaku ekonomi mikro kini menghadapi krisis finansial hebat hingga kesulitan membayar biaya operasional maupun menutup cicilan pembiayaan kredit.

Menyikapi situasi darurat ini, APKLI Merah Putih telah menginstruksikan seluruh jajaran pengurus wilayah di Sumatera, Jawa-Banusra, Sulawesi, Kalimantan, hingga Maluku-Papua untuk turun ke lapangan.

“Saya telah perintahkan jajaran Korwil dan Pengurus Daerah di wilayah terdampak untuk turun gunung bersama pemerintah, mendampingi para PKL dan UMKM dalam menghadapi dampak buruk Karhutla ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *