Panas! Eks Anggota DPR Singapura Ancam Potong Internet RI, Menkomdigi Meutya Hafid Balas Menohok

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 Tahun 2024 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2024).

ABNnews – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melontarkan balasan menohok atas gertakan mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng, yang mengancam akan memotong konektivitas internet Indonesia.

Meutya mengingatkan bahwa sebagian besar jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura justru melintasi perairan Indonesia.

Meutya mengimbau masyarakat agar tidak perlu emosi. Ia membeberkan fakta bahwa apabila pemotongan kabel laut tersebut benar-benar terjadi, dampaknya justru berbalik menghantam konektivitas Singapura sendiri.

“Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia,” tulis Meutya dalam akun Instagram pribadinya, Selasa (27/10/2026).

“Jika terpotong atau dipotong, 80 persen kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh,” tegas Meutya.

Tak berhenti di situ, mantan Ketua Komisi I DPR RI ini turut menyoroti betapa vitalnya posisi pasar digital Indonesia bagi ekosistem bisnis teknologi di Singapura.

Ia memaparkan bahwa populasi Indonesia mencapai 47 kali lipat lebih besar dibandingkan Singapura, di mana sebanyak 267 juta jiwa masyarakatnya telah aktif terhubung ke internet.

“Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura,” tuturnya.

Dalam unggahan tersebut, Meutya menekankan bahwa infrastruktur digital seharusnya dipandang sebagai sektor yang dijaga bersama demi konektivitas global, bukan dijadikan bahan ancaman sempit antarnegara.

“Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara tapi juga untuk konektivitas global,” tandasnya.

Perseteruan ini bermula dari unggahan Calvin Cheng via akun X @calvinelcheng pada Minggu (25/10/2026). Ia membagikan infografis bertajuk Indonesia’s Internet Dependence on Singapore yang mengklaim bahwa sekitar 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura.

Dalam infografis itu, Singapura digambarkan sebagai gerbang utama konektivitas internet global Indonesia melalui infrastruktur pusat data, layanan cloud, hingga kabel bawah laut. Calvin melengkapi unggahannya dengan pertanyaan singkat berbau provokasi: “Cut?” atau “Potong?”.

Meski kemudian Calvin menambahkan bahwa Singapura tidak akan melakukan pemutusan karena merasa sebagai masyarakat yang taat hukum, gertakan tersebut tetap menyulut reaksi keras.

Unggahan Calvin disinyalir dipicu oleh rasa frustrasinya terhadap langkah kebijakan Pemerintah Indonesia yang berencana mengurangi pasokan gas alam ke Singapura.

Dalam unggahan lainnya, ia turut mengkritik Indonesia terkait penghormatan atas perjanjian internasional suplai gas tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *