ABNnews – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, sempat dikagetkan oleh suara dentuman keras yang dikira petir. Selang sehari kemudian, kecurigaan warga terbukti dengan ditemukannya benda logam misterius berukuran besar di area perkebunan kelapa sawit.
Benda berbentuk serpihan logam besar yang masih terbelit sejumlah kabel itu ditemukan di Km 26 Jalan Sampit-Pangkalan Bun. Objek unik tersebut pertama kali dijumpai oleh pekerja perkebunan PT Agro Bukit pada Senin (20/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB saat hendak memanen sawit.
Bentuknya yang tak biasa langsung memicu spekulasi liar di tengah warga. Banyak yang menduga benda tersebut merupakan sampah antariksa, seperti bagian dari roket atau satelit yang jatuh kembali menembus atmosfer Bumi.
Seorang warga bernama Dika menceritakan, benda misterius itu dijumpai oleh ayahnya bersama rekan kerja sewaktu pergi memanen sawit pagi hari.
“Abahnya ulun (saya) bersama teman-teman ketika berangkat kerja untuk memanen sawit, sekitar pukul 06.00 WIB pagi, menemukan serpihan seperti itu. Benda logam seperti sisa serpihan pesawat atau apalah,” ujar Dika dikutip detikcom, Senin (20/10/2026).
Dika mengonfirmasi bahwa situasi di sekitar lokasi penemuan saat ini terpantau kondusif. Ia juga menyebut tidak ada tanda-tanda atau bekas kebakaran di area sekitar benda tersebut, walaupun juntaian kabel masih terlihat melekat pada material logam.
“Kondisi sekitar aman saja, tidak ada bekas terbakar. Ada kabel-kabel juga di sekitarnya,” jelas Dika.
Penemuan benda ini langsung disangkutpautkan warga dengan peristiwa gemuruh sehari sebelumnya. Pada Minggu (19/10) sore, warga di beberapa sudut wilayah Kotim memang sempat dihebohkan oleh dentuman keras yang dikira gemuruh petir biasa.
Tak cuma suara menggelegar, beberapa warga bahkan mengaku merasakan tanah bergetar saat suara tersebut terdengar.
Kemunculan serpihan logam besar ini pun memperkuat dugaan warga akan adanya hubungan langsung antara dua kejadian tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti resmi atau penjelasan dari pihak berwenang yang mengonfirmasi bahwa dentuman keras tersebut berasal dari jatuhnya benda logam di Km 26.












