ABNnews – Sebuah truk bermuatan garam menabrak beton separator jalur bus Transjakarta di Jalan MT Haryono arah barat, depan SPBU Shell Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin dini hari.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Timur mengungkapkan kronologi kecelakaan dari kendaraan tersebut.
“Kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal yang melibatkan satu unit truk ringan bernomor polisi E 9524 QA hingga tersangkut di Jalan MT Haryono arah barat sekitar pukul 04.00 WIB,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Darwis Yunarta saat dikonfirmas di Jakarta, Senin (19/10/2026), dilansir dari Antara.
Berdasarkan laporan kepolisian, truk yang dikemudikan Dodo Rivaldo itu awalnya melaju dari arah timur menuju barat di Jalan MT Haryono.
Saat tiba di depan SPBU Shell, wilayah Kramat Jati, truk tersebut mengalami kecelakaan hingga menabrak beton separator jalur bus Transjakarta dan tersangkut.
Akibat benturan tersebut, bagian depan truk mengalami kerusakan. Selain itu, bemper depan rusak dan roda depan kendaraan juga terlepas.
“Tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut, nihil. Kerugian sementara yang dilaporkan kerusakan material kendaraan,” ujar Darwis.
Darwis menyebut, kejadian ini merupakan kecelakaan tunggal atau out of control. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.
Petugas Satlantas Polres Metro Jakarta Timur telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi mengenai kecelakaan tersebut.
Selain itu, petugas juga mencari keterangan saksi serta mengamankan barang bukti berupa satu unit truk beserta surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM) milik pengemudi.
Dalam penanganan di lokasi, petugas turut melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang mengangkut garam tersebut dengan memindahkan muatannya ke kendaraan lain.
Adapun PT Transportasi Jakarta menyampaikan belasan rute bus datang terlambat imbas kecelakaan lalu lintas berupa truk menabrak Mobile Concrete Barrier (MCB) di kawasan Cawang Ciliwung, Jakarta Timur, Senin pagi, hingga menyebabkan kemacetan parah.
“Transjakarta menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan keterlambatan kedatangan bus yang terjadi di jam sibuk Senin pagi,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.












