ABNnews – Aksi sadis tak terbayangkan dilakukan seorang pria berinisial HS di Brebes, Jawa Tengah.
Pemuda tersebut nekat membunuh dan memutilasi ayah kandungnya sendiri menjadi 10 bagian, lalu merebus potongan daging korban hingga hancur sebelum dibuang ke laut.
Aksi biadab ini terungkap usai pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Kersana pada Kamis (16/10/2026) malam dan membeberkan kronologi pembunuhan yang dilakukannya beberapa bulan lalu.
Kapolsek Kersana AKP Teguh Adi Winarko membenarkan peristiwa pengakuan mengerikan tersebut. Polisi bersama tim Inafis langsung bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Masih dalam penyelidikan. Tadi olah TKP untuk hasilnya yang lebih tahu Inafis,” kata Teguh.
Kanit Reskrim Polsek Kersana Aiptu Heri Sukamto membeberkan rincian pengakuan mengejutkan yang disampaikan HS saat diperiksa petugas.
“Pengakuannya, ayah dia dibunuh dan dipotong 10 bagian. Potongan direbus 2 hari hingga hancur dan dibuang ke Sungai Kluwut yang menuju ke laut. Tulangnya dibakar hingga menjadi abu,” terang Heri.
Menindaklanjuti pengakuan HS, jajaran kepolisian langsung menggeledah rumah tersangka di kompleks perumahan Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Brebes.
Petugas bahkan membongkar saluran septic tank guna mencari sisa-sisa bagian tubuh korban.
“Hari ini rumah HS yang di kompleks perumahan dibongkar bagian septic tank-nya. Ini bagian upaya menindaklanjuti pengakuan HS. Barangkali ada bagian tubuh yang dibuang di WC,” jelas Heri.
Sementara itu, warga dan kerabat sekitar mengaku sama sekali tidak menduga adanya aksi keji tersebut. Bibi korban sekaligus tetangga pelaku, Ina, menyebut HS selalu beralasan sang ayah tengah merantau dan berjualan siomay mengendarai motor di Kota Tegal.
“Enggak ada yang merasa curiga. Kata HS memang ayahnya lagi jualan siomay menggunakan sepeda motor. Kalau istrinya butuh uang dan tanya keberadaan ayahnya, HS selalu mengatakan bahwa kebutuhan keluarganya dia yang tanggung,” tutur Ina.
Ina mengenal HS sebagai sosok pemuda pendiam, penurut, serta sangat menyayangi ibu dan kedua adiknya yang masih sekolah.
Usai lulus SMA, HS diketahui bekerja sebagai buruh pabrik sepatu demi menopang kebutuhan keluarga.












