ABNnews – Fakta mencekam di balik tewasnya dua anak oleh ayah kandungnya sendiri, seorang warga negara (WN) Australia berinisial SDJ (57), akhirnya terkuak lewat rekaman CCTV yang terhubung ke ponsel sang istri.
SDJ diduga kuat menghabisi nyawa kedua anaknya sebelum akhirnya nekat gantung diri di sebuah bungalow di kawasan Legian, Kabupaten Badung, Bali.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D Simatupang mengungkapkan, rekaman CCTV menjadi dasar utama penyidik menyimpulkan keterlibatan SDJ atas kematian dua buah hatinya, ADS (7) dan LKS (4).
“Kalau yang di CCTV itu, pertama ada suara keributan yaitu suara anak laki-laki yang menjerit. Nah setelah itu, adalah keluar yang perempuan dikejar sama ayahnya, dan anak itu ditangkap dan dibawa ke kamar lagi,” ungkap Leonardo di Mapolda Bali, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan rekaman kamera pengawas, anak perempuan pelaku sempat berlari ketakutan saat dikejar oleh ayahnya. Bocah tersebut diduga trauma usai menyaksikan kakaknya lebih dulu menjadi korban kekerasan.
Dalam kepanikan saat dikejar pelaku, bocah malang tersebut sempat melontarkan kalimat pilu demi melunakkan hati sang ayah.
“Karena saat itu anaknya itu berlari-lari sampai dikejar-kejar menyampaikan, ‘I love you, Daddy. I love you, Daddy’,” kata Leonardo.
Dari hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah, tim medis dan penyidik menemukan adanya indikasi bekas kekerasan pada bagian leher salah satu anak.
Saat tragedi berdarah itu berlangsung, istri SDJ berinisial TY (32) sedang tidak berada di Bali. TY bertolak ke Jakarta sejak Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 09.00 Wita untuk menjenguk orang tuanya.
Dari Jakarta, TY mengecek kondisi bungalow melalui aplikasi CCTV yang terhubung langsung ke ponsel pintar miliknya.
Merasa ada hal yang janggal dan mencurigakan di dalam properti tersebut, TY bergegas menghubungi kepala lingkungan setempat dan pemilik bungalow untuk meminta pengecekan lokasi.
Saat petugas mendatangi lokasi di Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kuta, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.14 Wita, kedua anak ditemukan tewas tergeletak. Sementara itu, SDJ ditemukan dalam kondisi tergantung tak bernyawa.
Berdasarkan analisis mendalam terhadap rekaman CCTV serta keterangan para saksi, kepolisian menyimpulkan bahwa SDJ merupakan pelaku tunggal penganiayaan hingga tewas terhadap kedua anaknya.
Namun, lantaran terduga pelaku juga ditemukan tewas di tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian bakal menghentikan penyidikan perkara tersebut.
“Terhadap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh SDJ, ini kami tindak lanjuti dan hasil-hasil bukti-bukti dan akan dilakukan gelar perkara untuk dilakukan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan),” pungkas Leonardo.












