ABNnews – Polda Metro Jaya menerjunkan sebanyak 4.274 personel gabungan untuk mengamankan puluhan aksi penyampaian pendapat dan agenda kegiatan masyarakat di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya pada hari ini, Kamis (27/8/2026).
Langkah ini diambil menyusul tercatatnya 47 agenda besar, yang mencakup 62 kegiatan unjuk rasa serta 18 acara kemasyarakatan lainnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan, aksi penyampaian pendapat di muka umum tersebut dijadwalkan terkonsentrasi di beberapa titik vital, seperti Gedung DPR/MPR RI, Silang Selatan Monas (seberang Gedung Danareksa), serta Taman Pandang Silang Monas.
“Menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Polri hadir untuk menjaga ruang demokrasi serta memastikan aspirasi dapat disampaikan secara aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab,” tegas Budi, Kamis (27/8/2026).
Di saat yang bersamaan, wilayah hukum Polda Metro Jaya juga diramaikan oleh berbagai ajang olahraga, pameran, kegiatan seni hiburan, hingga produksi perfilman.
Beberapa agenda besar yang turut dikawal petugas antara lain perhelatan Piala Soeratin U-15 di Klender, International Battery Summit 2026 di JIExpo Kemayoran, Kejuaraan Nasional Karatedo Gojukai di GOR Ciracas, APKASI Otonomi Expo 2026 di ICE BSD City, hingga Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2.
Khusus untuk pengamanan aksi demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI, Polda Metro Jaya telah menyiagakan 4.274 personel. Sementara itu, kekuatan personel lainnya disebar di berbagai lokasi strategis untuk mengatur arus lalu lintas dan menjaga kondusifitas acara kemasyarakatan.
Dalam menjalankan tugas di lapangan, Budi menegaskan bahwa seluruh personel diperintahkan untuk mengedepankan pendekatan persuasif, komunikasi dialogis, serta sikap humanis. Terkait pengaturan jalan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara fleksibel dan situasional sesuai kondisi perkembangan di lapangan.
Polda Metro Jaya mengimbau para peserta aksi unjuk rasa agar tetap mematuhi aturan hukum, mengikuti petunjuk petugas, serta saling menghormati hak pengguna jalan dan masyarakat umum lainnya. Warga juga diminta tetap tenang dan menyaring setiap informasi yang beredar agar tidak mudah terprovokasi.
“Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi sekaligus memastikan aktivitas publik tetap berjalan aman dan nyaman. Mari bersama-sama menjaga ruang demokrasi dengan tertib, damai, dan saling menghormati,” tutup Budi.












