ABNnews – Isu dugaan penyanderaan sembilan warga sipil perempuan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, membuat geger warga.
Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak pun buka suara dan menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini masih mendalami kebenaran informasi tersebut.
Alfredo menjelaskan, informasi mengenai dugaan penyanderaan itu bermula dari laporan masyarakat yang disampaikan kepada personel Polsek Jila.
“Menurut keterangan dari anggota saya di Polsek Jila, masyarakat menyampaikan begitu,” kata Alfredo di Timika, dikutip antara Rabu (19/8/2026).
Meski kabar tersebut sudah beredar di masyarakat, Alfredo menegaskan hingga saat ini pihaknya belum memperoleh kesaksian langsung dari warga yang melihat peristiwa dugaan penyanderaan itu secara langsung.
Selain itu, polisi juga belum mengantongi identitas pasti mengenai siapa saja warga yang diduga menjadi korban maupun saksi kunci di lokasi kejadian.
“Sampai sekarang keterangan nama-nama korban sandera belum ada yang bisa menyebutkan atau memberi kesaksian melihat hal tersebut. Sementara masih kami dalami keterangan dari masyarakat,” tegas Alfredo.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, peristiwa dugaan penyanderaan tersebut dilaporkan terjadi di Distrik Jila pada Selasa (18/8).
Laporan itu menyebutkan sebanyak sembilan orang warga sipil yang seluruhnya perempuan diduga disandera oleh kelompok bersenjata.
Aparat kepolisian hingga kini terus melakukan penyelidikan intensif untuk memastikan kebenaran informasi lapangan, termasuk melacak identitas serta titik keberadaan para warga yang disebut-sebut sebagai korban.
Untuk diketahui, Distrik Jila merupakan salah satu dari 18 distrik di wilayah Kabupaten Mimika. Berada di kawasan pegunungan terjal, akses menuju ke distrik tersebut terbilang terbatas dan umumnya harus menggunakan pesawat udara berbadan kecil.












