ABNnews – Terobosan baru di bidang infrastruktur resmi hadir di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pembangunan Jembatan Gantung Cemara di Desa Lembar Selatan, yang menjadi jembatan gantung geser (movable bridge) pertama di Indonesia.
Infrastruktur sepanjang 27,5 meter ini dibangun di atas Muara Pantai Cemara untuk menjawab kebutuhan konektivitas darat masyarakat sekaligus menjaga kelancaran jalur keluar-masuk kapal nelayan setempat.
Sistem movable bridge ini membuat bentang jembatan dapat digeser secara horizontal ke sisi kanan atau kiri ketika ada kapal nelayan yang akan melintasi muara. Setelah kapal lewat, jembatan dikembalikan ke posisi semula dan dapat digunakan kembali oleh warga.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, jembatan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan mobilitas harian dan membuka akses ke berbagai layanan publik.
“Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka,” terang Dody dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8/2026).
Penerapan desain jembatan geser ini dirancang sesuai kebutuhan wilayah Desa Lembar Selatan. Muara Cemara merupakan jalur utama kapal nelayan setiap hari, sementara warga membutuhkan akses penghubung antara Dusun Puyahan dan Dusun Cemare.
Kehadiran sistem ini membuat konektivitas darat dan aktivitas pelayaran nelayan dapat berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan salah satunya.
Selain mempermudah mobilitas harian, Jembatan Gantung Cemara turut memperluas akses menuju kawasan wisata mangrove di sekitar Pantai Cemara.
Keberadaan jembatan ini diharapkan memicu peningkatan kunjungan wisatawan serta memperlancar distribusi hasil tangkapan nelayan.
Pembangunan proyek ini dieksekusi oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB, lengkap dengan jalan penghubung agar seluruh jaringan konektivitas di kawasan pesisir dapat berfungsi optimal.












