Tangis Histeris Ibunda Wanita Tewas Tertembak Senpi Eks Suami Polisi, Minta Tolong Prabowo Hingga Kapolri!

Ibu mantan istri polisi di Medan yang diduga bunuh diri saat menangis histeris di depan jasad korban (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)

ABNnews – Tangis histeris pecah dari Yestin Laia, ibunda L (30), wanita yang dikabarkan tewas diduga akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, Brigadir I.

Sambil terisak di depan jasad sang putri, Yestin meminta bantuan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming Raka, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kematian anaknya.

“Tidak ada yang menolong selain Pak Prabowo, Pak Gibran, Pak Kapolri,” kata Yestin sambil menangis histeris di depan jasad korban, seperti dikutip dari detikcom, Rabu (5/8/2026).

Yestin mengungkapkan bahwa mantan suami korban merupakan seorang anggota polisi, yang seharusnya memberikan perlindungan. Ia menegaskan sama sekali tidak percaya bahwa putri kandungnya tewas karena mengakhiri hidupnya sendiri.

“Kalian lihat anak kita ini, apa kalian bilang ini bunuh diri? Saya tidak percaya. Aku minta usut lah ini benar, dibuka lah ini, transparan,” tegas Yestin.

Kekecewaan Yestin kian memuncak karena pihak keluarga baru diizinkan melihat jasad korban sehari sebelum penyerahan jenazah. Bahkan, ia menyebut keluarga tidak pernah diberi tahu maupun dimintai persetujuan terkait proses autopsi.

“Sampai saat ini hasil autopsi kami nggak dikasih. Dari hari Minggu sampai kemarin, kami tidak bisa melihat, pas penyerahan baru kami bisa melihat jenazah. Aku mamanya, nggak ada dikasih tahu anakku dibelah-belah (diautopsi),” keluhnya.

Kejanggalan serupa dirasakan oleh ayah korban, Sanalui Gowasa (56). Ia meyakini bahwa kematian anaknya bukan disebabkan oleh tindakan bunuh diri, melainkan akibat dari aksi penganiayaan.

“Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri, ini hasil dianiaya,” ujar Sanalui.

Sanalui membeberkan deretan luka tak wajar yang ditemukan pada fisik korban, mulai dari bekas cengkeraman di leher hingga memar di area mata dan seluruh tubuh.

“Banyak kejanggalan. Dari hasil kita lihat, di sana ada (bekas) pencekikan leher dan mata lebam. Semua badannya agak kebiru-biruan. Seperti apa yang diberitakan selama ini bahwa anak itu (korban) bunuh diri, merampas paksa pistol suaminya, itu tidak benar,” tegasnya.

Adik korban, Ica, turut merinci sejumlah luka memar yang terlihat pada tubuh kakaknya, seperti lebam di bagian mata, goresan di lutut, bekas biru di kaki, jari tangan, hingga di dekat area pusar.

Selain itu, Ica menyoroti adanya bekas luka yang dijahit di bawah dagu korban. Saat dikonfirmasi ke pihak kepolisian di lokasi, petugas menyebut itu merupakan bekas suntikan.

“Kalau disuntikkan kenapa lukanya besar dan harus dijahit? Suntikan apa, obat apa yang dimasukkan ke dalam?” cecar Ica penuh tanda tanya.

Pihak keluarga juga merasa heran karena proyektil tembakan tidak sampai menembus kepala korban, padahal senjata yang digunakan merupakan senjata api. Selain itu, keluarga meragukan korban yang merupakan warga awam bisa mengoperasikan senpi.

“Kalau memang bekas tembakan, itu kan biasanya tembus. Kalau misalnya ambil peluru itu kan harus dibuka nih tengkoraknya, ini nggak, hanya ini (bagian depan wajah) dipotong. Terus bagaimana dia (korban) belajar memakai itu? Kan dia orang awam, tidak tahu cara memakainya,” pungkas Ica.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *