ABNnews – Penerapan bahan bakar B50 secara nasional memicu beragam tanggapan dari para pengemudi yang menggantungkan mata pencahariannya di jalanan.
Bagi Herwin Siregar, sopir Mitsubishi L300, dan Nainggolan, pengemudi pikap pengangkut ikan asin, penggunaan B50 sejauh ini terbukti aman bagi mesin meski ada sedikit perbedaan performa saat melibas jalur menanjak.
Nainggolan (47), pengemudi pikap yang sehari-hari mengangkut ikan asin, mengaku tidak merasakan kendala berarti pada dapur pacu kendaraannya usai beralih ke B50.
“Usai memakai B50, sama aja tidak ada masalah apa apa pada mesin kita, lancar-lancar saja,” ujar Nainggolan saat ditemui di SPBU Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Pengalaman serupa diungkapkan oleh Herwin Siregar (47). Sebagai sopir angkutan umum rute Medan-Sipahutar yang telah bekerja selama delapan tahun, ia mengandalkan armada Mitsubishi L300 milik perjalanan sekitar enam jam saban hari dengan alokasi biaya BBM sekitar Rp 450.000.
“Saya sudah lama menggunakan Biosolar untuk mobil angkutan saya Mitsubishi L300 jurusan Medan ke Sipahutar. Setiap hari saya isi 450.000 untuk perjalanan 6 jam aman di mesin, hanya ada sedikit perbedaan kalau di jalan yang menanjak,” kata Herwin.
Suara dan masukan langsung dari para pengemudi tersebut didengar oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot saat melakukan inspeksi mendadak ke SPBU 14.227.322 di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (31/7/2026).
Pemerintah terus memantau ketersediaan pasokan sekaligus respons konsumen terkait efektivitas implementasi B50 di tingkat tapak.
“Kita mengecek pasokan BBM yang ada di seluruh daerah, dan saya lihat pasokan BBM cukup lancar. Selain mengecek kelancaran BBM, kita juga ingin melihat implementasi B50, kita harus mengecek bagaimana penerapannya di lapangan,” terang Yuliot.
Peninjauan di SPBU Sipirok ini membuktikan bahwa kebijakan penerapan B50 berdampak langsung terhadap aktivitas harian masyarakat kelas menengah ke bawah. Karena itu, pemerintah berkomitmen menjamin kelancaran pasokan agar kebutuhan para pengemudi kendaraan operasional tetap terpenuhi tanpa hambatan.
Adapun kunjungan ke SPBU Sipirok ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kunjungan kerja Wamen ESDM di Sumatera Utara.
Sebelum menyambangi SPBU, rombongan meninjau Proyek Strategis Nasional PLTA Batang Toru dan dilanjutkan menuju fasilitas PLTP Sarulla.












