Gandeng Swiss dan UNIDO, Indonesia Resmikan Pusat Kawasan Industri Hijau Pertama

Foto dok Kemenperin

ABNnews – Indonesia resmi meluncurkan pusat kawasan industri hijau pertama di Tanah Air bernama Eco-Industrial Park Center (EIP Center) di Gedung Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0, Jakarta.

Pusat keunggulan ini dihadirkan melalui kerja sama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Pemerintah Swiss dan lembaga PBB United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

Peluncuran EIP Center merupakan salah satu program prioritas dalam implementasi Global Eco-Industrial Parks Programme II (GEIPP II) Indonesia, yang didukung oleh Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Swiss melalui SECO dan UNIDO atas dukungannya dalam pembentukan EIP Center yang diharapkan menjadi center of excellence untuk memfasilitasi transformasi kawasan industri menuju Kawasan Industri Hijau,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Menperin menjelaskan bahwa pemerintah tengah memperkuat regulasi agar percepatan kawasan industri hijau dapat berjalan terarah. Salah satu aturan yang disiapkan adalah kewajiban bagi setiap pengelola kawasan industri untuk menyusun peta jalan (roadmap) transformasi hijau.

Kawasan industri yang berhasil memenuhi kualifikasi dan standar hijau akan diganjar berbagai fasilitas fiskal serta kemudahan khusus sebagai bentuk insentif.

EIP Center sendiri akan berperan memfasilitasi pendampingan teknis, pelatihan, penyusunan roadmap, hingga proyek percontohan kawasan industri hijau, termasuk penerapan dekarbonisasi dan ekonomi sirkular.

Guna menunjang operasionalnya, Kemenperin membentuk Tim Teknis EIP Center yang melibatkan unsur Kemenperin, Perwakilan UNIDO, serta Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi ini memerlukan sinergi erat antara pemerintah, pelaku usaha, pemda, hingga akademisi.

“Saya berharap EIP Center tidak hanya menjadi pusat pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi, tetapi juga menjadi katalisator percepatan transformasi kawasan industri Indonesia menuju eco-industrial park yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” tutur Tri.

Berlokasi di Gedung PIDI 4.0 Jakarta, EIP Center berdiri di area seluas 367,3 meter persegi. Tempat ini dilengkapi ruang kantor dan konsultasi, ruang tim teknis, hingga area showcase interaktif.

Perwakilan UNIDO untuk Indonesia, Filipina, dan Timor-Leste, Marco Kamiya, mengapresiasi langkah tegas Indonesia ini.

“EIP Center bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan platform nasional untuk kolaborasi, berbagi pengetahuan, inovasi, serta penguatan kapasitas dalam pengembangan Eco-Industrial Park,” kata Marco.

Sementara itu, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder, menilai Indonesia kini menjadi salah satu negara terdepan dalam penerapan konsep industri ramah lingkungan. Menurutnya, pengalaman Indonesia memberikan pembelajaran berharga bagi komunitas global bahwa keberlanjutan lingkungan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *