Baku Tembak di Pegunungan Bintang! Anggota OPM Penembak Warga Sipil Tewas Diterjang Peluru TNI

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto bersama sejumlah perwira tinggi TNI saat menggelar konferensi pers di Timika, Papua Tengah beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

ABNnews — Seorang anggota kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diduga terlibat pembunuhan warga sipil tewas diterjang timah panas petugas usai melancarkan tembakan ke arah personel TNI dalam operasi di Kampung Kalo Fis, Distrik Awingbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengungkapkan bahwa anggota OPM yang dilumpuhkan tersebut diduga kuat terlibat dalam penembakan hingga tewasnya tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo pada Senin (20/7/2026).

“Kelompok OPM tiba-tiba menembaki personel TNI sehingga satgas mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang, peraturan yang berlaku, serta rules of engagement (ROE) untuk memastikan tindakan yang kami lakukan tetap menjunjung tinggi hukum dan HAM,” kata Lucky di Timika, Jumat (24/7/2026).

Lucky menjelaskan, insiden ini bermula saat personel Satgas TNI berupaya melakukan penangkapan. Namun, anggota OPM tersebut justru memberikan perlawanan sengit dengan melepaskan tembakan beruntun ke arah prajurit.

Tindakan terukur terpaksa diambil hingga membuat satu anggota OPM tewas di tempat, sementara identitasnya saat ini masih dalam proses pendataan.

Di saat yang sama, anggota kelompok OPM lainnya memilih kabur dan melarikan diri kocar-kacir ke dalam hutan usai melihat rekannya tersungkur.

Terkait insiden ini, Lucky menegaskan bahwa TNI tidak akan segan-segan mengambil tindakan terukur untuk setiap ancaman yang membahayakan nyawa prajurit maupun warga sipil, dengan tetap berpegang teguh pada ketentuan hukum.

Ia pun melayangkan imbauan keras agar seluruh anggota OPM segera meletakkan senjata dan menghentikan aksi terorisme di tanah Papua.

“Mari kembali bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebelum TNI mengambil tindakan tegas kepada kalian,” tegas Lucky.

Di akhir evaluasi operasi, Pangkogabwilhan III turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satgas TNI yang telah berhasil mengevakuasi jenazah pasangan suami istri, Yantinus alias Kumis Tua Kogoya beserta istrinya, yang menjadi korban kebiadaban penembakan oleh OPM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *