Tembus Pasar Eurasia, Indonesia-Rusia Sepakat Rancang MoU Industri Manufaktur Kirov

Foto dok Kemenperin

ABNnews – Langkah taktis diambil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memperluas penetrasi ekspor nasional.

Guna menembus pasar Eurasia yang menjanjikan, pemerintah RI dan Rusia resmi sepakat merancang Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kemitraan di sektor industri manufaktur Wilayah Kirov, Rusia.

Kesepakatan ini menjadi momentum emas bagi pelaku usaha dalam negeri. Memanfaatkan posisi Indonesia sebagai Partner Country di ajang bergengsi Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026, pintu masuk untuk menembus rantai pasok industri Rusia kini terbuka lebar.

Rencana kolaborasi strategis ini digodok langsung dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Pemerintahan Wilayah Kirov Federasi Rusia, Mikhail Anatolyevich Sandalov, di sela-sela pameran yang berlangsung di Ekaterinburg, Rusia.

“Kami menyambut baik semakin eratnya hubungan antara Kemenperin dan Pemerintah Wilayah Kirov. Momentum ini membuka peluang yang lebih luas untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, investasi, dan teknologi. Kehadiran Indonesia sebagai Partner Country di INNOPROM 2026 menegaskan komitmen kuat kami untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan wilayah strategis seperti Kirov,” ujar Agus Gumiwang, Kamis (16/7/2026).

Menperin menilai Wilayah Kirov bukan kawasan sembarangan. Daerah ini dikenal memiliki basis manufaktur yang sangat kuat di Rusia, menjadikannya mitra dagang dan investasi yang sangat potensial bagi Indonesia.

Melalui penyusunan MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen memperluas kemitraan di berbagai lini strategis, meliputi: Perdagangan pasokan bahan baku industri, Sektor produk kimia dan komponen industri, Akselerasi alih teknologi tingkat tinggi, serta Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri.


Tak hanya itu, kedua pihak juga sepakat untuk memfasilitasi kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business), menyelenggarakan konsultasi, seminar, hingga konferensi bersama demi memperkuat pertukaran informasi ekonomi internasional.

Kerja sama intensif dengan Wilayah Kirov membuka peluang baru bagi pengusaha lokal untuk memasok komponen industri dan produk kimia guna memenuhi kebutuhan pasar Rusia.

Hal ini diyakini akan mempercepat terbentuknya rantai pasok global yang lebih terintegrasi untuk produk Indonesia.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII), Tri Supondy, menegaskan pentingnya aksi nyata pasca-pertemuan bilateral ini.

Kemenperin pun bergerak cepat mengundang para pelaku industri dari Kirov untuk berkunjung langsung ke Paviliun Indonesia di INNOPROM 2026 maupun datang ke tanah air guna menjajaki peluang investasi.

“Tentu kami berharap semakin banyak pelaku industri di Wilayah Kirov dapat bertemu dengan pelaku industri nasional setelah kegiatan INNOPROM 2026. Dengan begitu, kerja sama industri kedua negara tidak hanya terjalin di tingkat pemerintah, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan bisnis yang nyata dan berkelanjutan,” papar Tri Supondy.

Melalui penjajakan ini, pemerintah optimistis hubungan bilateral ini akan segera melahirkan proyek-proyek konkret. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan ekonomi Eurasia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *