Kutipan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib ini memberikan tamparan keras bagi kita yang sering kali mengambinghitamkan keadaan, generasi, atau zaman atas kegagalan dan keburukan yang terjadi. Beliau menegaskan bahwa waktu atau zaman hanyalah wadah netral yang terus berputar tanpa dosa.
Kualitas hidup, kerusakan moral, atau keterpurukan sebuah era sebenarnya adalah cerminan langsung dari akumulasi perilaku, pilihan, dan tindakan manusia yang hidup di dalamnya. Singkatnya, bukan zamannya yang rusak, melainkan manusia yang gagal memanfaatkan waktu dengan bijak.












