banner 728x250

Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik, Kemenperin Seret IKM Masuk Rantai Pasok!

Foto dok Kemenperin

ABNnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus bergerak cepat mengakselerasi pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional.

Langkah taktis ini digenjot melalui peningkatan keterlibatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar bisa masuk dan menyeret mereka ke dalam rantai pasok industri kendaraan listrik tanah air.

Strategi agresif ini dipasang pemerintah guna mempercepat transisi energi, mendongkrak penggunaan komponen dalam negeri, sekaligus memperkuat struktur industri manufaktur nasional agar kian berdaya saing dan berkelanjutan di masa depan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, masa depan industri kendaraan listrik nasional tidak boleh hanya bertumpu pada investasi raksasa atau industri besar saja.

Sebaliknya, ekosistem ini wajib mampu membuka ruang partisipasi yang jauh lebih luas bagi para pelaku IKM lokal sebagai bagian penting dari rantai pasok industri.

“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan pelaku industri kendaraan listrik agar semakin banyak produk dan komponen lokal yang dapat terserap dalam proses produksi kendaraan listrik di Indonesia,” tegas Menperin Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Agus, tren pertumbuhan industri kendaraan setrum yang terus melesat naik perlu diimbangi dengan penguatan rantai pasok domestik yang tangguh.

Hal ini krusial demi mengejar target peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.

Sebagai bentuk nyata di lapangan, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) langsung mengambil inisiatif mempertemukan para Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan listrik dengan IKM komponen otomotif.

Forum ‘perjodohan’ bisnis ini dikemas lewat kegiatan temu bisnis yang melibatkan industri KBLBB roda dua, roda tiga, roda empat, hingga bus dan truk listrik.

Lewat forum ini, para pelaku IKM memperoleh kesempatan emas untuk memahami secara langsung kebutuhan industri, standar kualitas ketat yang dipersyaratkan, serta peluang pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar kendaraan listrik saat ini.

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menyampaikan bahwa ledakan tren kendaraan listrik di Indonesia membuka peluang pasar yang sangat besar bagi IKM komponen otomotif untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar mereka.

“Perkembangan industri kendaraan listrik yang sangat pesat ini harus dapat dimanfaatkan oleh IKM nasional. Oleh karena itu, Ditjen IKMA memfasilitasi pertemuan langsung antara pelaku IKM dan APM kendaraan listrik agar tercipta peluang kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan,” ujar Reni.

Bukan tanpa alasan pemerintah bergerak progresif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I-2026 sukses menembus angka 33.150 unit, alias meroket tajam 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya mobil pribadi, populasi bus listrik hingga April 2026 telah menyentuh angka 798 unit. Sementara itu, populasi motor listrik pada Februari 2026 melesat sebanyak 236.451 unit atau menguasai sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.

Pertumbuhan ini juga disokong penuh oleh kesiapan infrastruktur, di mana PT PLN (Persero) telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.097 titik se-Indonesia.

Aksi temu bisnis ini dipecah ke dalam dua sektor utama, yaitu kendaraan listrik roda dua serta kendaraan listrik roda empat atau lebih.

Untuk sektor roda dua, agenda digelar di Kota Bekasi pada 7 Mei 2026 bekerja sama dengan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) yang diikuti oleh 60 IKM komponen alat angkut.

Hasilnya pun konkret. Saat ini telah terjalin tindak lanjut penjajakan kerja sama antara Polytron dengan sejumlah asosiasi IKM top, seperti anggota Perkumpulan Industri Elektronik Logam dan Otomotif Tegal (PIELLOT), Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), serta Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK).

Para IKM lokal ini siap memasok berbagai kebutuhan komponen penting mulai dari jok motor, housing plastik, mold and dies stamping, hingga komponen pendukung lainnya.

Menariknya, PT Pindad (Persero) selaku pelaksana utama Proyek Strategis Nasional Mobil Nasional juga ikut mencium peluang ini.

Pindad dilaporkan langsung melakukan diskusi lanjutan dengan sejumlah pelaku IKM komponen guna menjajaki peluang keterlibatan mereka dalam rantai pasok proyek mobil nasional tersebut.

Sementara untuk sektor kendaraan listrik roda empat atau lebih, kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Bekasi pada 22 Mei 2026 dengan menggandeng raksasa PT SGMW Motor Indonesia (Wuling) dan PT VKTR Teknologi Mobilitas.

Sebanyak 70 IKM komponen alat angkut dipertemukan langsung dengan industri kendaraan listrik untuk menjajaki peluang penyediaan komponen lokal bagi kendaraan roda empat, bus, hingga truk listrik.

“Temu bisnis ini merupakan jembatan konkret bagi IKM komponen alat angkut dalam negeri agar mampu masuk ke dalam rantai pasok industri kendaraan listrik domestik maupun global. Kami ingin memastikan IKM lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam penyediaan komponen berkualitas bagi industri kendaraan listrik nasional,” tegas Reni.

Tak cuma urusan dagang, Ditjen IKMA juga terus menggenjot kompetensi pelaku IKM melalui program pelatihan perbengkelan kendaraan listrik roda dua dan kendaraan listrik multiguna.

Program ini mencakup pengenalan komponen, analisis kerusakan, perawatan kendaraan listrik, praktik service maintenance, hingga penerapan standar keselamatan kerja demi menyongsong era agenda transisi energi, ekonomi hijau, serta mewujudkan kemandirian industri otomotif nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *