banner 728x250

Sakit Hati Sering Di-bully, Siswi MTs di Pasuruan Nekat Tusuk Teman Sendiri

Ilustrasi. (Foto: stunster.com)

ABNnews – Rasa sakit hati yang terpendam akibat sering dirundung berujung petaka berdarah di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Sukorejo nekat menusuk teman sekelasnya sendiri sesama wanita lantaran mengaku tak kuat kerap menjadi korban bullying.

Aksi kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur ini dibenarkan oleh pihak kepolisian. Saat ini, aparat kepolisian telah turun tangan untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

“Pelaku dan korban sama-sama pelajar di MTs Sukorejo,” ungkap Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).

Joko memaparkan, aksi penusukan tersebut dilakukan oleh siswi berinisial ASF (14), warga Lemahbang, Kecamatan Sukorejo.

Terduga pelaku merupakan tetangga sekaligus teman satu kelas korban yang diketahui berinisial DM (14). Insiden mencekam itu terjadi pada Selasa (26/5) siang sekitar pukul 12.30 WIB.

Joko menjelaskan, situasi awalnya berlangsung normal layaknya suasana pulang sekolah pada umumnya. Namun, saat korban baru saja melangkahkan kaki keluar dari pintu pagar sekolah, pelaku yang sudah menyiapkan senjata tajam langsung merangsek maju dan menyerang korban secara membabi buta.

“Setelah pulang sekolah, di luar pintu pagar sekolah tiba-tiba pelaku menyerang korban dengan menusuk badan korban dengan menggunakan pisau,” beber Joko menceritakan kronologi kejadian.

Serangan mendadak tersebut menyasar bagian vital korban. Hantaman pisau mengenai bagian dada DM berkali-kali hingga menyebabkan remaja putri itu ambruk dan mengalami luka yang sangat parah.

“Akibat kejadian tersebut korban dibawa ke Puskesmas Sukorejo, dikarenakan lukanya parah dan dirujuk ke RSPH (Rumah Sakit Prima Husada) Sukorejo,” kata Joko menambahkan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap pelaku, polisi berhasil menguak motif di balik aksi nekat tersebut. ASF mengaku tega menganiaya DM secara sadis karena menyimpan dendam mendalam akibat sering dirundung oleh korban di lingkungan sekolah.

“Menurut keterangan pelaku, sering di-bully oleh korban,” jelas Joko.

Hingga saat ini, aparat kepolisian dari Polres Pasuruan masih terus mendalami dan melakukan penyelidikan lebih rinci terkait rentetan peristiwa penusukan tersebut. Mengingat baik pelaku maupun korban masih berstatus anak-anak, polisi membuka peluang penyelesaian kasus melalui jalur sanksi alternatif atau perdamaian.

“Masih penyelidikan termasuk nantinya di RJ (Restorative Justice) apa lanjut, masih anak-anak soalnya,” pungkas Joko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *