banner 728x250

Satu Keluarga Asal Semarang Ditemukan Tewas Kaku Saat Kamping di Temanggung

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ABNnews – Setumpuk misteri menyelimuti kawasan wisata di wilayah Kledung, Kabupaten Temanggung. Satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia dan terbujur kaku di dalam tempat kamping mereka saat tengah menikmati masa liburan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Artanto, memerinci identitas keempat korban tewas tersebut. Mereka adalah Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Alvino Evan Hakim (16), dan Bagas Amar Hakiki (21).

“Para korban merupakan warga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang,” kata Artanto saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).

Berdasarkan data kepolisian, Muhammad Ali Munawar beserta istrinya, Maghfirah, sehari-hari bekerja sebagai pedagang. Sementara itu, dua anak laki-laki mereka, yakni Alvino Evan Hakim dan Bagas Amar Hakiki, berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa.

Duka mendalam juga menyelimuti civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM). Pihak kampus mengonfirmasi bahwa salah satu korban tewas, yakni Bagas Amar Hakiki, merupakan salah satu mahasiswa aktif mereka.

Bagas merupakan mahasiswa program studi Sastra Perancis angkatan 2022. Dalam informasi yang beredar di lapangan, Bagas bersama adik dan kedua orang tuanya diperkirakan meninggal dunia pada Rabu (27/5) dini hari.

“Nggih (betul). Yang bersangkutan mahasiswa kami dari Sastra Perancis,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Prof Setiadi, Kamis (28/5).

Setiadi menjelaskan pihaknya baru mendapatkan kabar duka tersebut pada pagi hari ini. Hingga kini, pihak kampus masih terus berkoordinasi dan menunggu keterangan resmi dari kepolisian.

“Perkembangan lebih lanjut belum mendapat update karena masih dalam penyelidikan polisi terkait kronologi dan berbagai keterkaitan dengan hal lain sehingga benar-benar masih menunggu kabar,” tambahnya.

Penemuan jasad satu keluarga ini bermula saat petugas kebersihan tempat wisata hendak membersihkan area kamping. Polisi menyebut rombongan keluarga tersebut pertama kali tiba di lokasi wisata pada Selasa (26/5) sekitar pukul 22.00 WIB untuk kamping dan menginap.

“Pada besok harinya, Rabu (27/5), kira-kira pada pukul 11.45 WIB, petugas yang bertugas di lokasi wisata tersebut memberitahu korban untuk segera check out, karena mereka akan melaksanakan pembersihan di lokasi,” kata Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra kepada wartawan di RSUD Temanggung, Kamis (28/5).

Namun, saat dipanggil petugas dari luar, sama sekali tidak ada jawaban atau respons dari dalam tempat kamping mereka. Petugas pun sempat berlalu dan kembali lagi beberapa jam kemudian.

“Karena tidak ada jawaban dari korban, oleh sebab itu pada pukul 15.00 WIB, petugas kembali mendatangi, dan membuka pintu dari tempat kamping,” jelas Komang.

Seketika pemandangan mengerikan tersaji di depan mata petugas. Begitu pintu dibuka, keempat anggota keluarga tersebut ditemukan dalam kondisi sudah terbujur kaku tak bernyawa.

Pihak Sat Reskrim Polres Temanggung telah langsung turun ke lokasi kejadian untuk melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi saat ini masih menyelidiki secara intensif guna mengungkap penyebab pasti tewasnya satu keluarga tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *