Kisah Sukses IDEacraft: Berawal dari Hobi Melukis, Kini Jadi UMKM Dekorasi Rumah Beromzet Cuan

Foto dok BRI

ABNnews – Kejelian melihat peluang usaha bisa mengubah hobi sederhana menjadi ladang bisnis yang sangat menjanjikan.

Hal inilah yang dibuktikan oleh Swabawa Arif Wicaksono, pemilik IDEacraft, UMKM dekorasi rumah asal Kota Semarang yang sukses memutar modal mini menjadi bisnis estetik beromzet cuan yang kini nangkring di galeri hotel hingga rest area di Jawa Tengah.

Swabawa menceritakan, bisnis yang dirintis sejak 2019 ini awalnya murni berdiri karena ketertarikannya pada dunia seni. Ia tertantang untuk menciptakan produk dekorasi rumah yang tidak cuma cantik secara visual, tapi juga memiliki fungsi bagi penggunanya.

“Ide membuat usaha IDEacraft berawal dari hobi melukis dan melihat peluang untuk menciptakan produk dekorasi rumah yang cantik, unik, dan bernilai jual. Usaha ini dimulai dengan modal sekitar Rp 300.000 dan sebuah alat untuk membuat lilin,” kata Swabawa, Sabtu (20/6/2026).

Strategi bisnisnya terbilang cerdas. Dari penjualan produk lilin perdana tersebut, keuntungan yang didapat tidak langsung dihabiskan untuk konsumsi pribadi, melainkan ditahan dan diputar kembali sebagai modal kerja selama kurang lebih empat tahun lamanya.

Langkah konsisten itu membuat ragam produk IDEacraft terus berkembang pesat. Kini mereka tidak cuma memproduksi lilin hias, melainkan merambah ke produk lampu teko, teko lukis batik, toples kue, hingga botol handsoap estetik yang menjadi incaran utama para pelanggan.

Berbekal desain yang unik dan harga yang kompetitif, pasar mereka meluas ke seluruh wilayah Jawa Tengah melalui jejaring komunitas UMKM lokal sejak 2022.

Sadar bahwa bisnisnya butuh akselerasi yang lebih besar, Swabawa memutuskan untuk bergabung dengan Rumah BUMN BRI. Keputusan ini terbukti menjadi langkah tepat yang membuka pintu gerbang pemasaran jauh lebih lebar.

“Saya memutuskan untuk bergabung karena Rumah BUMN BRI menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung pengembangan usaha, mulai dari pelatihan, program kurasi melalui BRIncubator, akses pasar melalui galeri Rumah BUMN dan UMKM EXPO(RT),” jelasnya.

Swabawa mengakui, pelatihan intensif mengenai branding dan digital marketing dari BRI menjadi menu yang paling ampuh menaikkan kelas usahanya. Produknya dikurasi secara ketat dan berkesempatan mejeng di pameran internasional, yang otomatis menaikkan eksposur di mata para calon pembeli potensial.

Tak hanya itu, manajemen keuangannya kini makin rapi dan modern. IDEacraft memanfaatkan ekosistem digital perbankan mulai dari layanan BRImo, QRIS BRI, hingga mesin merchant EDC BRI untuk memberikan kemudahan transaksi secara real-time kepada konsumennya.

Catatan kinerja pendampingan BRI memang tidak main-main. Hingga akhir Maret 2026, bank pelat merah ini telah membina 54 Rumah BUMN di seluruh penjuru Indonesia dan menggeber lebih dari 18 ribu pelatihan peningkatan kapasitas usaha demi mencetak UMKM lokal yang berdaya saing global.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, dalam kesempatan terpisah menegaskan bahwa perjalanan IDEacraft merupakan contoh nyata bagaimana konsistensi dalam berinovasi bisa menciptakan nilai ekonomi yang tinggi.

Kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkan akses pasar dinilai menjadi kunci utama UMKM agar tidak jalan di tempat.

“IDEacraft menunjukkan bahwa kreativitas yang dipadukan dengan ketekunan dapat menghasilkan produk yang unik dan memiliki nilai tambah. BRI akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas peluang pengembangan bisnis, serta mendorong lebih banyak UMKM untuk naik kelas,” tutup Dhanny.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *