banner 728x250

Misteri Mobil Hitam di Rumah Dumaris: Aksi Perampokan Berdarah yang Didalangi Keluarga

Momen lansia di Pekanbaru tewas usai dipukul berkali-kali oleh perampok terekam CCTV (tangkapan layar CCTV)

ABNnews – Misteri kasus perampokan disertai pembunuhan sadis yang menimpa lansia bernama Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) di Kota Pekanbaru, Riau, akhirnya mulai terkuak. Pihak kepolisian mengungkap fakta mengejutkan bahwa aksi keji ini diduga kuat didalangi oleh menantu korban sendiri.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyebutkan tim penyidik telah melakukan analisis mendalam terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian untuk memburu para pelaku.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mengarahkan bidikan kepada seorang perempuan berinisial AF. Sosok ini merupakan orang dekat, yakni menantu korban dari anak pertamanya.

“Dari hasil pendalaman dan analisis CCTV, penyidik sudah mengarah pada satu orang yang patut diduga sebagai pelaku. AF menantu korban dari anak pertama atas nama Arnold Meha,” ujar Pandra saat dihubungi, Sabtu (2/5/2026).

Hingga saat ini, aparat masih melakukan pengejaran intensif terhadap AF.

Aksi biadab para pelaku terekam jelas oleh kamera CCTV sebelum akhirnya dirusak. Kejadian bermula saat sebuah mobil hitam parkir di depan rumah korban. Tak lama, seorang perempuan berkaus hitam masuk ke dalam rumah, disusul wanita berjaket hoodie dan dua orang pria.

Korban yang keluar dari kamar tampak menyambut mereka dengan hangat, bahkan sempat bersalaman. Namun, saat sedang asyik berbincang di kursi, seorang pria bermasker tiba-tiba menghantam kepala korban menggunakan balok kayu berkali-kali hingga lansia tersebut terkulai tak berdaya.

Sadar aksinya dipantau kamera, para pelaku sempat menatap ke arah CCTV. Pria yang membawa balok kayu tersebut kemudian merusak kamera pengawas untuk menghilangkan jejak.

Polisi menyebutkan bahwa sebelum kejadian berdarah ini, tepatnya pada 8 April, sempat ada upaya percobaan pembobolan kamar korban, sehingga CCTV tersebut baru saja dipasang pada 9 April 2026.

Tak hanya nyawa yang melayang, para pelaku juga menguras harta benda milik Dumaris. Sejumlah barang berharga milik korban raib dibawa kabur setelah eksekusi dilakukan.

“Barang-barang yang hilang mulai dari perhiasan hingga uang dalam pecahan mata uang asing,” tambah Pandra.

Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya empat saksi dan melakukan olah TKP kedua untuk mengurai kronologi kematian korban secara detail. Polisi pun terus memburu keberadaan AF dan rekan-rekan prianya yang terlibat dalam aksi berdarah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *