banner 728x250

Jawa Barat ‘Juara’ PHK! 1.721 Orang Kehilangan Pekerjaan Hingga Maret 2026

Ilustrasi: PHK massal karyawan (Foto: Istimewa)

ABNnews – Kabar duka menyelimuti sektor ketenagakerjaan tanah air. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat ada sebanyak 8.389 orang yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) terhitung sejak awal tahun hingga Maret 2026.

Angka tersebut merupakan para pekerja yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.

“Pada periode Januari sampai dengan Maret 2026 terdapat 8.389 orang tenaga kerja ter-PHK yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP,” bunyi laporan Satu Data Kemnaker, dikutip Minggu (12/4/2026).

Jika dibedah per bulannya, Januari 2026 menjadi periode paling kelam bagi para pekerja dengan jumlah korban PHK mencapai 4.590 orang. Memasuki Februari, angka ini sedikit melandai ke angka 3.273 orang.

Kabar baiknya, pada Maret 2026 angka tersebut turun signifikan menjadi 526 orang. Meski trennya menurun, total ribuan orang yang kehilangan pekerjaan dalam tiga bulan pertama tahun ini tetap menjadi alarm bagi kondisi ekonomi nasional.

Provinsi Jawa Barat rupanya memegang predikat sebagai wilayah dengan kontribusi PHK terbanyak di Indonesia. Sekitar 20,51% dari total nasional berasal dari Tanah Pasundan tersebut.

“Tenaga kerja ter-PHK pada periode ini paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Barat yaitu sekitar 20,51 persen dari total tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan,” tambah laporan tersebut.

Secara rincian, total pekerja yang di-PHK di Jawa Barat mencapai 1.721 orang hingga Maret 2026. Posisi kedua disusul oleh Kalimantan Selatan yang mencatatkan total 1.071 orang yang harus kehilangan mata pencahariannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *