ABNnews – Misteri video porno beratribut ojek online (ojol) yang sempat bikin geger jagat maya Bali akhirnya terbongkar. Polisi menciduk tiga warga negara asing (WNA) yang menjadi aktor sekaligus otak di balik konten syur yang dijual di OnlyFans tersebut.
Pemeran pria yang mengenakan jaket ojol dalam video itu dipastikan bukan driver lokal, melainkan seorang warga negara Italia berinisial NBS. Ia sengaja menyamar demi membuat kontennya viral.
“Jadi untuk menarik perhatian atau untuk membuat viral, ia (NBS) menggunakan jaket ojek. Jadi warga negara Italia (yang pakai), bukan lokal,” kata Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba dikutip detikcom. Rabu (18/3/2026).
Niat Banget, Beli Jaket Ojol Rp 300 Ribu
Berdasarkan hasil penyidikan, NBS mengaku membeli jaket ojol tersebut di sebuah toko seharga Rp 300 ribu. Aksi penyamaran ini dilakukan semata-mata demi mencari sensasi dan keuntungan materi dari platform dewasa.
Kasus ini sempat menyeret nama kreator konten lokal, Muhammad Ray, yang dituduh warganet sebagai pemeran pria. Namun, polisi menegaskan Ray hanyalah saksi yang jasanya sering digunakan pelaku wanita untuk antar-jemput selama di Bali.
“Ojek online itu hanya sebagai saksi saja karena jasanya sering digunakan oleh pelaku wanita. Hingga saat ini pengakuan tersangka wanita belum mendapatkan keuntungan dari video yang viral ini,” tegas Joseph.
Identitas dan Peran Pelaku
Polisi menetapkan tiga tersangka dengan peran yang berbeda-beda:
* MMZL (Perempuan, Prancis): Pemeran wanita dalam video.
* NBS (Laki-laki, Italia): Pemeran pria yang menyamar jadi ojol.
* ERB (Laki-laki, Prancis): Manajer yang mengatur produksi dan distribusi konten ke OnlyFans dan X (Twitter).
Video asusila tersebut diketahui direkam di sebuah vila di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.40 Wita.
Dicegat di Bandara Saat Mau Kabur
Pelarian para pelaku berakhir setelah polisi berkoordinasi dengan pihak Imigrasi. MMZL dan NBS diringkus di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (13/3) saat hendak terbang menuju Thailand.
“Rencana berangkat ke Thailand, kami tangkap di bandara. Ada indikasi untuk melarikan diri,” ujar Kabid TPI Ngurah Rai, Gde Oki Rizky Aryadhika Heris.
Sementara itu, sang manajer (ERB) ditangkap belakangan di kawasan Canggu, Senin (16/3). Diketahui, MMZL masuk ke Bali sejak 21 Februari menggunakan Visa on Arrival (VoA) untuk wisata, namun justru menyalahgunakannya untuk memproduksi konten pornografi.













