ABNnews – Jagat maya dihebohkan dengan aksi arogan Kepala Desa (Kades) Wadu Kopa, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, NTB, berinisial B.
Sang Kades terekam kamera menantang mahasiswa berkelahi hingga nekat melepas baju dinasnya saat aksi demonstrasi berlangsung.
Insiden panas itu terjadi di depan Kantor Desa Wadu Kopa, Senin (9/3/2026) pagi. Aksi unjuk rasa tersebut dipicu oleh dugaan penggelapan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kejadiannya tadi pagi, saat kami menggelar aksi demo di depan Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Wadu Kopa,” ujar koordinator aksi, Izul, dikutip detikcom, Senin (9/3/2026).
Cekik Mahasiswa dan Tantang Duel
Izul menceritakan, awalnya massa aksi menyampaikan orasi secara bergantian untuk mempertanyakan transparansi pengelolaan dana desa. Tak lama kemudian, Kades B keluar dari kantornya dengan kondisi emosi meledak-ledak.
Situasi makin tak terkendali saat sang Kades melontarkan kata-kata bernada tantangan. Tak hanya itu, oknum pejabat desa tersebut juga diduga melakukan tindakan fisik terhadap pendemo.
“Kades juga mencekik satu orang rekan kami karena tak terima didemo terkait dugaan penggelapan dana BUMDes,” beber Izul.
Buntut Demo Berulang Kali
Kemarahan Kades B diduga memuncak karena merasa jengah didemo berulang kali. Tercatat, ini merupakan aksi ketiga kalinya bagi para mahasiswa menuntut kejelasan dana BUMDes senilai puluhan juta rupiah.
Pada tahun 2025, BUMDes Wadu Kopa diketahui mendapat suntikan dana Rp 50 juta untuk pembangunan gerai, namun operasionalnya dinilai janggal.
“Karena ada kejanggalan ini, kami turun demo lagi hari ini. Namun justru Kades menunjukkan sikap arogan, mengajak mahasiswa berkelahi hingga melepas baju,” terangnya.
Aksi ‘Buka Baju’ Terekam Kamera
Dalam video yang beredar luas, Kades B awalnya terlihat berlari ke arah kerumunan mahasiswa meski sempat ditahan oleh sejumlah orang di lokasi. Namun, emosinya tak terbendung hingga ia melepas seragam khaki miliknya dan menantang mahasiswa berduel satu lawan satu.
Sambil menunjuk-nunjuk pendemo, Kades B juga berteriak menyebut para mahasiswa kurang ajar. Ia bahkan berdalih bahwa dana yang dipersoalkan bukanlah uang orang tua para pendemo.
Hingga berita ini diturunkan, Kades B belum memberikan respons maupun penjelasan resmi terkait video viral tersebut.













