ABNnews – Nasib tragis menimpa seorang bayi perempuan berusia 20 bulan yang tewas dianiaya di sebuah toilet umum dekat Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/10/2026).
Di balik kematian balita malang tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa ibu kandung dan ayah tiri korban turut terlibat.
Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam, membenarkan adanya dugaan pembunuhan terhadap balita perempuan yang berusia 1 tahun 8 bulan itu.
“Terkait anak tersebut, itu dibunuh oleh kedua orangtuanya, yaitu ibu kandungnya dan ayah tirinya,” kata Seala dikutip dari Wartakota, Senin (2/11/2026).
Kasus keji ini mulai terbongkar setelah pihak kepolisian menerima informasi penting dari masyarakat pada Minggu (1/11/2026) pagi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran personel Polsek Kebayoran Lama langsung bergegas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan pengecekan dan pengumpulan keterangan awal.
Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama, AKP Yuri, mengatakan bahwa pemeriksaan awal di lokasi mengungkap keberadaan seorang anak perempuan berusia 20 bulan yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
“Setelah menerima informasi dari masyarakat, anggota langsung menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan pengecekan,” tutur Yuri.
Dalam pengolahan TKP, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang-barang yang disita di antaranya adalah selembar tisu berlumuran bercak darah serta sebuah ember bak mandi berwarna hitam.
Guna menguak penyebab pasti kematian korban, penyidik membawa jenazah balita tersebut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani proses autopsi.
“Tindak lanjut, akan melakukan otopsi jenazah anak perempuan di Rumah Sakit Kramat Jati,” kata Yuri.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk merangkai kronologi kejadian secara utuh, memastikan penyebab kematian secara medis, serta mendalami peran masing-masing pelaku yang diduga terlibat.












