Reaksi Menohok Erick Thohir Soal Penyerangan Bus Persib U-18: Keterlaluan!

Ketua Umum PSSI Erick Thohir

ABNnews – Ketua Umum PSSI Erick Thohir geram atas aksi penyerangan brutal terhadap bus rombongan pemain Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 yang diduga dilakukan oknum suporter Persija Jakarta di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah.

Erick menilai tindakan anarkis yang menimpa para atlet muda tersebut sudah keterlaluan dan murni tindak kriminal yang tidak dapat ditoleransi.

“Pasti dan harus kita tindak lanjuti. Karena dari PSSI saya rasa, saya juga sama. Kita punya kesepakatan dengan FIFA bahwa suporter itu baik Timnas, baik klub, harus pulang dengan selamat. Kita tidak mau ada lagi insiden-insiden yang menjadi kegelapan sepak bola Indonesia seperti sebelumnya. Insiden ini sangat tidak bisa ditoleransi,” tegas Erick Thohir kepada awak media di Balai Kota Solo, Senin (12/10/2026).

Erick mendesak pihak operator liga bersama manajemen klub untuk menindaklanjuti kasus ini secara tegas. Ia mendorong agar para pelaku yang terlibat dijatuhi sanksi seberat-beratnya demi memberikan efek jera.

“Karena itu saya pribadi, dan PSSI mendorong, liga dan klub-klub memastikan ini harus ditindaklanjuti seberat-beratnya. Karena ada sebuah bus yang ditumpangi atlet muda dari sebuah klub diserang oleh oknum. Saya tidak bilang seluruh suporter klub tersebut ya, oknum,” tegasnya.

“Yang tindakannya sangat kriminal. Merampas, memecahkan, memukuli, itu sudah kriminal. Saya rasa suporter sepak bola Indonesia cerminannya tidak begitu,” imbuh Erick.

Erick mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang telah menangkap pelaku dan menegaskan pentingnya penegakan hukum demi masa depan sepak bola nasional.

“Pihak kepolisian sudah bekerja sama. Kami PSSI maupun saya pribadi, kita harus menegakkan hukum setinggi-tingginya untuk sepak bola nasional,” ujarnya.

Peristiwa penyerangan bus Persib U-18 tersebut terjadi di Rest Area KM 360 Batang pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.27 WIB. Sekelompok orang memberondong armada kendaraan hingga kacanya pecah serta mengeroyok salah seorang official Persib.

“Ya terjadi perusakan dengan memecah kaca bus rombongan bus pemain U-18 PERSIB Bandung di Rest Area 360 Batang. Ada juga penganiayaan pada salah satu official Persib U-18,” kata Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).

Bintoro menceritakan, saat kejadian bus Bima Trans bernomor polisi Z 7539 GZ yang dikemudikan Muhammad Ainur Ridha tengah menepi di area parkir rest area. Ketegangan bermula saat kernet bus bernama Irsad turun untuk mengambil koper di bagasi.

Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal menghampiri dan menanyakan identitas rombongan di dalam bus.

“Selanjutnya orang tersebut memanggil teman-temannya yang lain dengan berkata, ‘Bang sini ini benar rombongan Persib’,” beber Bintoro.

Seketika, puluhan orang mendekati bus dan melakukan penyerangan dengan melempar batu hingga kaca bagian kiri belakang dan kanan belakang hancur berantakan.

Pelaku Oknum Suporter Persija Ditangkap, Positif Sabu dan Ganja

Polisi bergerak cepat mengusut kasus ini dan berhasil mengamankan seorang terduga pelaku berinisial BPA (33), warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat. Pelaku ditangkap petugas PJR Tol Cikampek dan Polresta Batang di Gerbang Tol Cikarang Utama.

“Setelah kami mendapatkan petunjuk itu, kami langsung berangkat ke Jakarta. Kami mengamankan satu orang, dalam pengamanan kami dibantu PJR Tol Cikampek,” ujar Bintoro.

Polisi memastikan pelaku merupakan oknum suporter Persija yang sedang dalam perjalanan pulang dari Yogyakarta usai menyaksikan laga Persija vs PSIM. Korlap suporter yang ditemui kepolisian menegaskan bahwa tindakan pidana tersebut berada di luar tanggung jawab kelompok.

Fakta mengejutkan terungkap setelah Satnarkoba Polresta Batang melakukan tes urine kepada pelaku. BPA dinyatakan positif mengonsumsi obat-obatan terlarang jenis sabu dan ganja, serta membawa alat hisap dan minuman keras di dalam tasnya.

“Hasil pemeriksaan oleh Satnarkoba Polresta Batang tadi, ia positif. Ya memakai sabu dan ganja. Di dalam tas ada alat hisap, dan ada minuman mirasnya juga,” pungkas Bintoro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *