ABNnews – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperlihatkan kecanggihan pusat kendali lalulintas Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.
Lewat fasilitas ini, sebanyak 37 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) digembleng untuk memahami pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol berbasis teknologi tingkat tinggi.
Kegiatan bertajuk Jasa Marga Business & Service Immersion yang digelar pada Rabu (7/10/2026) ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Danantara Indonesia guna menggembleng serta menyiapkan talenta kepemimpinan muda Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menggarisbawahi bahwa operasional jalan tol memiliki fungsi strategis sebagai nadi mobilitas masyarakat dan penggerak ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa seluruh kepemimpinan di BUMN infrastruktur wajib dilandasi komitmen pengabdian kepada pelayanan publik.
“Jasa Marga tidak hanya membangun infrastruktur fisik, namun juga mengelola lalu lintas sebagai nadi perekonomian bangsa. Karena itu, setiap pekerjaan yang dilakukan Roadster Jasa Marga dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Calon pemimpin BUMN masa depan juga perlu memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi nyata, dengan memastikan setiap keputusan dan langkah yang diambil memberikan manfaat bagi pelayanan publik,” ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).
Rivan menjelaskan bahwa dalam program immersion selama sembilan bulan tersebut, para peserta P3MD diajak melihat langsung pengolahan data operasional secara real-time di JMTC. Data tersebut diproses secara presisi untuk perumusan rekayasa lalu lintas, penegakan hukum, serta peningkatan standar keselamatan pengguna jalan tol.
Para peserta mendalami empat stasiun pembelajaran utama (learning stations), meliputi Core Operations, Technology & Digital, Quality, Risk & Safety, serta Customer/Distribution.
Selain itu, peserta meninjau langsung kesiapan armada pelayanan lalu lintas dari PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) dan armada preservasi jalan dari PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).
VP Operational Learning & Design PT Danantara Asset Management (DAM), Dumoli HM Sirait, menyampaikan bahwa pengalaman lapangan ini menjadi referensi krusial bagi para peserta dalam menyusun Action Learning Project (ALP) yang didampingi oleh SBM ITB.
“Program ini dirancang agar para peserta dapat mengamati secara dekat praktik terbaik pengelolaan bisnis di Jasa Marga. Pengalaman lapangan ini menjadi referensi penting bagi peserta untuk menyusun Action Learning Project yang aplikatif dan memberikan dampak positif bagi pengembangan BUMN,” kata Dumoli.
Selama kegiatan, para peserta diajak memecahkan studi kasus operasional terkait skenario manajemen lalu lintas saat puncak arus mudik serta penanganan kepadatan di rest area. Rivan pun menegaskan keterbukaan Jasa Marga dalam menampung ide dan gagasan inovatif dari para peserta untuk dikembangkan bersama.
Langkah kolaboratif antara Jasa Marga dan Danantara Indonesia ini menjadi komitmen nyata BUMN dalam mendukung agenda Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita ke-4 mengenai penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
“Jika dalam prosesnya muncul gagasan atau inovasi yang dapat dikembangkan bersama Jasa Marga, kami tentu terbuka untuk mendengarkan dan mendukung. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pemimpin BUMN yang adaptif, dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata,” pungkas Rivan.












