Dukung Target Biaya Logistik Turun 8%, ASDP Siapkan Kapal Baru hingga Rute Baru!

Foto dok PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)

ABNnews – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan kesiapannya mendukung target pemerintah dalam menurunkan biaya logistik nasional hingga 8 persen.

BUMN penyeberangan ini memperkuat efisiensi layanan angkutan barang dengan menyiapkan rencana penguatan armada kapal baru hingga opsi pembukaan rute alternatif.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menilai layanan roll-on/roll-off (Ro-Ro) yang handal, efisien, dan didukung armada yang tangguh menjadi kunci utama menekan biaya distribusi logistik antarpulau.

“Kalau dari sisi kami sih promise-nya lebih bagaimana kita menawarkan layanan penyeberangan yang andal, yang efisien, dan juga reliable,” ujar Windy Andale saat ditemui di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Windy menegaskan, armada kapal Ro-Ro memegang peranan sangat vital dalam rantai distribusi barang, khususnya untuk lintasan penyeberangan jarak jauh (long distance) yang menghubungkan wilayah kepulauan.

“Proses bisnis di Ro-Ro ini cukup simpel dan untuk beberapa lintasan long distance itu masih menjadi solusi yang efisien,” jelasnya.

Guna mengimbangi pertumbuhan lonjakan trafik kendaraan angkutan barang di masa depan, ASDP tengah mematangkan rencana penguatan armada. Langkah ini diambil agar kapasitas angkut tetap optimal dan tidak memicu antrean panjang yang berpotensi membengkakkan biaya logistik.

Windy menyebut penguatan armada bakal dieksekusi melalui optimalisasi kapal-kapal eksisting serta pengadaan unit kapal baru yang sedang masuk tahap perencanaan.

“Jadi itu juga in-line mungkin dengan nantinya penguatan dari sisi armada. Baik dari kapal-kapal yang sedang kami rencanakan,” ungkap Windy.

Selain penambahan armada, pembukaan dan pengembangan rute alternatif juga dilirik untuk mengurai hambatan distribusi logistik. Pemerintah bersama pemangku kepentingan saat ini tengah mengkaji rute penyeberangan Tanjung Wangi-Lembar.

Rute baru tersebut disiapkan sebagai jalur alternatif guna memecah kepadatan kendaraan yang selama ini menumpuk di lintasan padat Ketapang-Gilimanuk. Pengalihan arus angkutan barang ke rute yang langsung mendekati tujuan akhir dinilai sanggup memangkas durasi perjalanan.

Meski begitu, ASDP menegaskan bahwa besaran efisiensi dari pembukaan rute baru tersebut masih dalam tahap kalkulasi mendalam.

“Dampaknya seperti apa, kita perlu kaji lebih dalam. Karena ini kan memang masih dalam tahap penyusunan planning-nya seperti apa,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *