Pesan Tegas Kapolri Soal Konflik Buruh dan Pengusaha: Kalau Selalu Ribut, Semuanya Bisa Bubar!

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jumat, 11 September 2026. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

ABNnews – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan pesan tegas mengenai hubungan industrial antara pengusaha dan para pekerja.

Sigit mewanti-wanti agar perbedaan pendapat tidak diselesaikan dengan perselisihan yang berkepanjangan, sebab konflik yang terus-menerus hanya akan merugikan kedua belah pihak.

“Jadi yang penting maksudnya adalah kita paham kalau kita rukun, kita bisa bersatu, tapi kalau kita selalu ribut, rusuh, selalu konflik, tentu akan membuat semuanya menjadi bubar. Dan ini tentunya yang harus kita hindari dalam situasi seperti ini,” tegas Sigit saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (11/9/2026).

Sigit mengingatkan bahwa dinamika atau perbedaan pandangan antara buruh dan pengusaha adalah hal yang wajar.

Namun, penyelesaiannya wajib mengedepankan jalur musyawarah dan dialog yang dingin ketimbang aksi yang memicu kerusuhan.

Guna mencegah gesekan, mantan Kabareskrim Polri ini menitipkan pesan khusus kepada para pemilik usaha agar memandang para pekerja bukan sekadar buruh, melainkan sebagai mitra strategis dan bagian dari keluarga besar perusahaan.

“Tolong saya titip betul: jadikan rekan-rekan pekerja ini sebagai mitra dan aset perusahaan, sebagai keluarga,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, ketika buruh dianggp sebagai keluarga, kedua belah pihak akan memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga dan membesarkan perusahaan tempat mereka bernaung.

Perusahaan memerlukan buruh untuk berproduksi, sementara buruh memerlukan keberlangsungan usaha demi kesejahteraan.

“Karena begitu beliau-beliau, teman-teman ini menjadi bagian dari keluarga, tentunya kita bersama-sama berpikir bagaimana agar rumah besar kita, perusahaan ini, kemudian bisa tumbuh,” lanjutnya.

Sigit menilai kunci utama terwujudnya hubungan industrial yang harmonis adalah bertemunya harapan antara pengusaha dan pekerja secara adil.

“Perlu diperoleh titik keseimbangan antara harapan pengusaha agar perusahaan terus beroperasi dan menghasilkan keuntungan, serta harapan buruh untuk hidup sejahtera,” tutur Sigit.

Ia memungkas bahwa sinergi yang kokoh antara pemerintah, pengusaha, dan elemen buruh sangat krusial untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman, serta sanggup mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *