ABNnews – Sepeda motor gede (moge) Kawasaki yang dikendarai seorang pelajar berinisial DES (15) menghantam motor ojek online (ojol) di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).
Akibat tabrakan beruntun tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa menjelaskan, kecelakaan bermula saat pengemudi ojol berinisial HS (64) yang membawa penumpang SAPW (22) melaju dari arah selatan dan berniat melakukan manuver putar balik di Jalan Asia Afrika.
“Kendaraan yang dikemudikan HS melaju dari arah selatan menuju selatan kembali atau putar balik di Jalan Asia Afrika,” kata Kharisma.
Di saat bersamaan, muncul sepeda motor moge Kawasaki yang dikemudikan oleh DES dari arah Gelora. Pengendara moge di bawah umur tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi sehingga terlambat pengereman dan tak mampu mengelak dari benturan.
“DES datang diduga dengan kecepatan tinggi sehingga tidak bisa menghindari kendaraan HS yang sedang putar balik,” ujar Kharisma.
Kerasnya hantaman menyebabkan pengemudi ojol HS beserta penumpangnya, SAPW, jatuh tersungkur di jalan. Begitu pula dengan pengendara moge DES yang mengalami cedera cukup serius di beberapa bagian tubuhnya.
HS menderita luka di bagian tangan, mulut, serta memar pada kaki. Penumpangnya, SAPW, mengalami luka di kepala dan memar pada pinggang. Sementara itu, DES menderita luka di kaki, tangan, bahu kanan, serta memar pada pinggang.
“Akibat dari kecelakaan lalu lintas tersebut, pengemudi ojol dan penumpangnya, dan pengemudi Kawasaki DES mengalami luka-luka,” terang Kharisma.
Ketiga korban kecelakaan tersebut langsung dilarikan ke RSAL Mintohardjo guna mendapatkan pertolongan medis darurat. Sementara kedua kendaraan yang terlibat tabrakan telah dievakuasi oleh petugas dari lokasi kejadian.
Menanggapi insiden tersebut, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menegaskan pentingnya faktor usia serta kematangan emosional saat membawa kendaraan bermotor di jalan raya.
“Kejadian ini menjadi pelajaran penting bahwa keselamatan berkendara bukan hanya soal kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga soal usia, kematangan dalam mengambil keputusan, dan pemahaman terhadap risiko di jalan,” tegas Agus.
Agus mengingatkan peran penting kontrol orang tua mengingat pengendara moge yang terlibat masih di bawah umur (15 tahun). Di sisi lain, ia juga menyoroti manuver pengemudi ojol mengingat lokasi tempat HS memutar balik disinyalir merupakan titik yang melarang kendaraan berbalik arah.
Disiplin mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta menjaga kecepatan aman dinilai sebagai aspek krusial yang wajib dipatuhi seluruh pengguna jalan demi mencegah terulangnya tragedi serupa.












