Aksi Pemadaman Lampu 60 Menit Kurangi Emisi Karbon 74,23 Ton di DKI

Nadzar Lendi

Foto : Antara foto

ABNnews – Memperingati Hari Ozon Sedunia pada Sabtu (19/9) upaya pemadaman lampu dilakukan selama 60 menit di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan rekapitulasi PLN UID Jakarta Raya sebanyak 74,23 ton CO₂e emisi karbon berhasil terkurangi karena dampak dari upaya pemadaman tersebut.

“Aksi satu jam ini mengingatkan kita bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi dalam keterangan persnya pada Minggu (20/9/2026), dilansir dari Antara.

Menurut dia, aksi pemadaman lampu secara serentak pada Sabtu (19/9) pukul 20.30–21.30 WIB menghemat penggunaan listrik sebesar 92,79 megawatt-jam (MWh) dan menghemat biaya listrik Rp134.271.696 menurut rekapitulasi PLN.

Penghematan listrik dari aksi pemadaman lampu pada Sabtu (19/9) meningkat 23,42 persen dibandingkan dengan aksi serupa dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup pada 13 Juni 2026, yang membuahkan penghematan listrik 75,18 MWh.

Dudi mengatakan bahwa capaian penghematan energi dan pengurangan selama aksi pemadaman lampu bisa menjadi penyemangat untuk membangun kebiasaan hemat energi secara berkelanjutan.

Menurut dia, setiap warga dapat berkontribusi pada upaya penghematan energi dan pengurangan emisi karbon dengan menggunakan listrik secara lebih bijak di rumah, tempat kerja, maupun tempat usaha.

“Mematikan lampu yang tidak diperlukan dan menggunakan peralatan listrik sesuai kebutuhan merupakan langkah sederhana yang bisa kita lakukan bersama. Jika dijalankan secara konsisten, manfaatnya dapat terus bertambah,” katanya.

​​​​Dudi mengapresiasi anggota masyarakat, pengelola gedung, pelaku usaha, dan semua pihak yang berpartisipasi dalam aksi pemadaman lampu serentak pada Sabtu (19/9).

Ia berharap, kepedulian mereka terhadap upaya penghematan penggunaan energi dan pengurangan emisi terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak warga untuk ikut ambil bagian.

Warga diajak untuk memanfaatkan cahaya alami pada siang hari, mematikan lampu di ruangan yang tidak digunakan, serta mematikan pendingin ruangan dan perangkat elektronik setelah selesai digunakan untuk menghemat penggunaan energi.

Para pengelola gedung dan tempat usaha didorong untuk mengatur penggunaan listrik sesuai kebutuhan dan waktu operasional dengan tetap memperhatikan kenyamanan serta keselamatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *