ABNnews – Kapal kargo raksasa berbendera Hong Kong, MV COSCO COLOMBO, resmi bersandar di Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, dengan membawa misi baru untuk membuka konektivitas jaringan pelayaran internasional langsung menuju Shanghai, Tiongkok. Kapal ini menjalankan kegiatan repositioning (repo) peti kemas kosong dari Subang menuju Tiongkok pada Minggu (6/9/2026).
Kedatangan kapal berukuran besar ini menandai lompatan penting bagi layanan COSCO di Pelabuhan Patimban, yang sebelumnya berfokus pada rute domestik kini terhubung langsung dengan rantai pasok global.
Sebelumnya, COSCO rutin melayani pergerakan peti kemas domestik dengan pola Jakarta–Marunda–Patimban. Peti kemas kosong dari Jakarta dan Marunda diangkut menuju Patimban untuk dibongkar dan disimpan sementara. Lewat kehadiran MV COSCO COLOMBO, peti kemas tersebut kini langsung diangkut dari Patimban untuk dikirim langsung ke Shanghai.
Secara teknis, MV COSCO COLOMBO voyage 145.N memiliki panjang keseluruhan (Length Overall/LOA) mencapai 261,10 meter dengan tonase kotor (Gross Tonnage/GT) 40.447. Kapal ini tiba dari Jakarta pada Sabtu (5/9/2026) dan bertolak menuju Shanghai usai menyelesaikan muat sekitar 1.290 TEUs peti kemas kosong.
Rute anyar ini menambah opsi mekanisme repo peti kemas kosong internasional dari Patimban, melengkapi layanan Enhanced Seahorse Service yang sebelumnya dioperasikan oleh Mediterranean Shipping Company (MSC).
Pengoperasian Patimban sebagai titik hub penampungan dan keberangkatan peti kemas internasional membuktikan kapasitas terminal yang kian berkembang. Selain melayani bongkar muat ekspor-impor, Patimban kini mampu berperan sebagai simpul transshipment serta repositioning dalam jaringan pelayaran global.
Peran strategis ini menjadi solusi alternatif untuk memecah konsentrasi pergerakan logistik dan peti kemas yang selama ini menumpuk di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Mohd Arief Agustian, menjelaskan bahwa perkembangan ini membuktikan transformasi multifungsi di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban.
“Yang berkembang bukan hanya jumlah kapal yang datang, tetapi juga fungsi yang dapat dijalankan melalui Pelabuhan Patimban. Selain melayani bongkar muat peti kemas ekspor dan impor, Patimban juga mulai menjalankan fungsi sebagai simpul transshipment dan repositioning peti kemas dalam jaringan pelayaran. Peti kemas kosong yang masuk dari Jakarta dan Marunda dapat ditempatkan di Patimban dan selanjutnya direposisi menuju jaringan internasional,” kata Arief.
Masuknya COSCO ke jaringan internasional ini semakin mengukuhkan Pelabuhan Patimban sebagai simpul logistik vital yang menghubungkan kawasan industri Jawa Barat dengan pasar internasional.












