Sinabung Meletus Dahsyat Semburkan Abu 3.500 Meter, Ribuan Warga Dievakuasi!

Gunung Sinabung erupsi. (ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting)

ABNnews – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) meletus dahsyat dengan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 3.500 meter di atas puncak pada Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB.

Menyusul erupsi besar tersebut, ribuan warga yang tinggal di zona bahaya kini mulai dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Langkah evakuasi darurat ini diambil setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung sejak Senin (31/8/2026) pukul 12.30 WIB.

“Kolom abu setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak berwarna hitam teramati dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur serta tenggara,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, Selasa (1/9/2026).

Berton menjelaskan bahwa erupsi ini merupakan letusan perdana sejak Gunung Sinabung terakhir kali meletus pada 2022 lalu. Ia memperingatkan bahwa letusan ini merupakan erupsi awal dan masih menyimpan potensi erapan susulan yang lebih besar.

“Sebelum terjadinya erupsi pada 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB, terekam rentetan gempa yaitu 85 kali gempa vulkanik, 1 kali gempa hembusan dan 1 kali tremor harmonik,” ungkapnya.

Guna menghindari potensi ancaman bahaya, Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengonfirmasi dua desa di dekat puncak Gunung Sinabung disepakati untuk dikosongkan total.

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi tadi malam, rencana hari ini warga dievakuasi. Desa Payung dan Desa Kuta Tengah jaraknya cukup dekat dengan Gunung Sinabung. Sehingga desa itu harus dikosongkan,” tegas Sri Wahyuni.

Adapun rincian warga yang dievakuasi meliputi:

* Desa Payung: Sebanyak 2.051 jiwa dialihkan ke Desa Batukarang.

* Desa Kuta Tengah: Sebanyak 400 jiwa dievakuasi ke Desa Sukatepu.

* Total pengungsi: 2.451 jiwa.


BPBD Provinsi Sumut juga telah menerjunkan bantuan logistik berupa tenda pengungsian ke Kabupaten Karo untuk mengantisipasi kebutuhan tempat tinggal sementara bagi ribuan warga terdampak.

“BPBD Provinsi pagi ini sudah membawa tenda ke sana. Terkait nanti masyarakat ditaruh di mana, di tenda kah mereka mau atau di mana, belum tahu. Tapi tenda sudah kita persiapkan. Nanti tinggal petunjuk dari BPBD Karo lah,” ujar Sri Wahyuni.

Proses evakuasi di lapangan dikawal ketat oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI dan Polri melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektor. Mengenai durasi pengungsian, pihak BPBD masih menunggu arahan dan evaluasi teknis berkala dari PVMBG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *