Pertamina Rampungkan Tiga Jalur Pipa Bawah Laut Sepanjang 21,24 Km

ABNnews — Sebagai upaya mengamankan produksi minyak dan gas bumi (migas), PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) merampungkan program Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP).

Adapun program tersebut yakni pengerjaan tiga jalur pipa penyalur bawah laut sepanjang 21,24 kilometer dan terintegrasi dengan PRRP.

General Manager PHE ONWJ mengatakan, program tersebut dilakukan untuk meminimalisir risiko gangguan operasional dan menjaga integritas fasilitas pipa penyalur bawah laut.

“Langkah proaktif melalui program PRRP secara berkelanjutan 2026 ini meminimalisir risiko gangguan operasional dan menjaga integritas fasilitas pipa penyalur bawah laut,” ujar General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Sabtu (1/8/2026), dilansir dari Antara.

Perampungan pengerjaan tiga pipa penyalur bawah laut tersebut berlangsung hingga pada semester I 2026.

General Manager PHE ONWJ mengatakan, Ketiga jalur pipa penyalur bawah laut yang telah diselesaikan pengerjaannya meliputi jalur UWJ-B1C, yang menghubungkan aliran produksi dari area Uniform ke Bravo; jalur EF-EA, yang mengamankan penyaluran di area Echo; dan jalur BG-BC, di area Bravo.

“Proyek strategis bagi PHE ONWJ untuk mempertahankan produksi migas ini berhasil diselesaikan dengan aman dan tepat waktu,” katanya.

Ia menjelaskan, pekerjaan instalasi lepas pantai pada proyek PRRP ini dilaksanakan selama 169 hari sejak 31 Oktober 2025, atau lebih cepat 10 hari dari target penyelesaian.

Sepanjang pelaksanaan proyek, aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama, dengan capaian total jam kerja selamat sebanyak 854.765 jam.

Muzwir menyampaikan selesainya pengerjaan jaringan pipa penyalur bawah laut di ketiga jalur ini berperan sangat krusial dalam keberlangsungan operasi Pertamina.

Dengan keandalan infrastruktur yang baru, PHE ONWJ berhasil memastikan keandalan aliran produksi migas minyak dan gas bumi sebesar 3.895 BOPD dan 6,9 MMSCFD, yang dialirkan dari sumur-sumur tersebut.

Memasuki paruh kedua 2026, program PRRP masih menyisakan pelaksanaan satu jalur pipa lagi, yaitu Pipeline BC-BPRO. Dengan jaringan pipa sepanjang 2,78 kilometer, pelaksanaan program PRPP dijadwalkan pada kuartal keempat (Q4) 2026.

Selanjutnya, pada 2027, tim PRRP merencanakan pekerjaan reinstatement pipeline jalur BF-BK-BPRO dan FK-FC, guna terus menjaga keandalan infrastruktur penyalur migas PHE ONWJ.

“Upaya ini adalah wujud komitmen PHE ONWJ dalam menopang pencapaian ketahanan energi,” kata Muzwir.

Keberhasilan pengamanan menyalurkan aliran migas di ketiga jalur ini diharapkan dapat terus berkontribusi positif dan mendukung pencapaian target produksi migas nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Nadzar Lendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *