ABNnews – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus menggenjot penguatan industri otomotif nasional agar makin bertaji di panggung internasional.
Langkah ini diwujudkan dengan menggaet para pimpinan raksasa otomotif seperti DENSO, Toyota, Aisin, hingga Advics dalam agenda Business Discussion Lunch di Nagoya, Jepang, Sabtu (19/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Izakaya Morinokura tersebut digelar sebagai penutup rangkaian kunjungan kerja Kemenko Perekonomian di Nagoya.
Forum ini menjadi jembatan strategis untuk memadukan wawasan teknologi mutakhir dengan kebutuhan nyata para pelaku industri, guna mendorong ekspor produk otomotif Indonesia ke lebih dari 100 negara tujuan.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sesmenko Susiwijono Moegiarso bersama Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, serta dihadiri jajaran pimpinan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Denso Indonesia, Aisin Indonesia, dan Advics Indonesia.
Sesmenko Susiwijono menegaskan bahwa hasil rangkaian pertemuan di Nagoya menunjukkan benang merah penting dalam memperkuat daya saing manufaktur dan otomotif nasional.
“Daya saing industri dibangun dari perpaduan antara penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan ekosistem rantai pasok yang kokoh. Hal yang sama menjadi fondasi bagi upaya Indonesia memperkuat industri manufaktur dan industri otomotif nasional,” ujar Susiwijono.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah memaparkan bahwa Indonesia telah menandatangani 25 perjanjian perdagangan internasional (FTA/CEPA). Salah satu kesepakatan krusial yang tengah dikejar adalah IEU-CEPA, dengan jadwal ratifikasi mulai November 2026 dan target implementasi pada Januari 2027.
Langkah ini disiapkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah proyeksi membaiknya outlook ekonomi global 2027 di kisaran 3,2–3,3 persen.
Guna menyokong industri otomotif yang kian mengandalkan teknologi cerdas, Pemerintah juga membuka karpet merah bagi pengembangan sektor kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor.
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan ARM, bergabung menjadi anggota WAICO, serta sedang menjajaki komunikasi dengan PAX Silica untuk mengamankan rantai pasok komponen modern.
Para pelaku usaha memanfaatkan forum dialog terbuka ini untuk menyampaikan berbagai pandangan terkait iklim investasi di Tanah Air. Beberapa poin utama yang disoroti mencakup tantangan perizinan, akses pembiayaan bagi IKM pendukung, hingga sertifikasi TKDN pada masa transisi menuju kendaraan listrik (EV).
Pemerintah merespons positif seluruh masukan tersebut dan berkomitmen untuk terus membenahi regulasi serta mengurai berbagai hambatan investasi di lapangan.
Melalui dialog ini, Indonesia menegaskan kembali posisinya bukan sekadar sebagai pasar konsumen, melainkan mitra strategis dan basis produksi utama yang terintegrasi dalam rantai pasok global.












