Dorong SAF Hingga Biogasoline, Pertamina Kian Agresif Gejot Bisnis Energi Hijau

Foto dok Pertamina

ABNnews – PT Pertamina (Persero) kian agresif menggenjot pengembangan bisnis energi hijau melalui pemanfaatan Sustainable Aviation Fuel (SAF) hingga biogasoline.

Langkah strategis ini memperkuat komitmen Pertamina dalam mempercepat transisi energi ramah lingkungan sekaligus menekan emisi karbon secara menyeluruh.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengungkapkan bahwa pengembangan bisnis rendah karbon (Low Carbon Business) ini konsisten dijalankan sebagai bagian dari implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini operasional.

“Pencapaian ini didukung oleh beberapa program utama seperti bioethanol, biofuel, dan efisiensi energi yang mampu melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar Muhammad Baron.

Dalam pengembangan SAF, Pertamina memasang target volume pengangkatan sebesar 27.000 kiloliter (KL) dan penjualan hingga 6.000 KL pada tahun 2026.

Sementara untuk biogasoline yang dikembangkan melalui pencampuran bioetanol 5 persen pada bensin RON 95, realisasi penjualannya telah menembus 23.280 KL pada periode Januari hingga Juni 2026.

Agresivitas Pertamina di sektor bisnis rendah karbon ini tercermin dari capaian kinerjanya pada semester I 2026 yang menyentuh angka 101 persen, melampaui target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.

Sejalan dengan ekspansi bisnis hijau, program dekarbonisasi Pertamina Group sepanjang semester I 2026 berhasil memangkas emisi karbon hingga 118 persen di atas target RKAP 2026.

“Sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina berkomitmen menjalankan ESG sesuai dengan standar dunia. Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen Perusahaan menjalankan target Pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060,” tegas Baron.

Tak hanya itu, pilar ESG lainnya seperti sustainable procurement, sustainability budget tagging, dan program pemberdayaan masyarakat juga mencatatkan kinerja positif melampaui target hingga 102 persen.

Capaian terintegrasi ini mengukuhkan posisi Pertamina di peringkat nomor 1 dunia untuk Sub-Industri Integrated Oil and Gas dari sisi ESG. Pada penilaian Carbon Disclosure Project (CDP), Pertamina meraih skor B untuk perubahan iklim dan A- untuk keamanan air, serta mengantongi skor Good Corporate Governance (GCG) tahun 2025 sebesar 97,14 persen dengan predikat “Sangat Baik”.

Inisiatif berkelanjutan tersebut mengantarkan Pertamina memboyong empat penghargaan utama sektor Minyak dan Gas (Migas) pada ajang KESGI Award 2026 yang digelar Katadata ESG Sustainability Insight di Sudirman Hall, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Pertamina menyapu bersih empat kategori penghargaan untuk pilar ESG, lingkungan, sosial, dan tata kelola atas keberhasilannya menjaga keseimbangan antara profitabilitas bisnis, kelestarian lingkungan, dan akuntabilitas tata kelola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *