ABNnews – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono murka melihat kelakuan salah seorang pegawainya yang diduga asyik bermain telepon genggam (handphone) saat rapat koordinasi nasional secara daring.
Tanpa ragu, Sudaryono langsung memerintahkan agar pegawai tersebut segera dimutasi ke Papua.
Momen menegangkan itu terekam dalam potongan video rapat via Zoom yang beredar luas di media sosial. Saat itu, Sudaryono tengah menyampaikan arahan penting kepada jajaran BGN di seluruh Indonesia.
Namun di tengah pemaparannya, perhatian Sudaryono teralih pada layar salah satu peserta yang dinilai tidak menyimak jalannya pembahasan karena fokus memainkan ponsel.
Pegawai tersebut diketahui bernama Adi Afrianto, yang menduduki posisi sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
“Ini ada Korwil Kabupaten Kayong Utara namanya Adi Afrianto. Saya kasih penjelasan, dia main handphone itu,” kata Sudaryono dalam rapat tersebut, Kamis (30/7/2026).
Usai melayangkan teguran keras di hadapan peserta rapat, Sudaryono langsung memerintahkan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) BGN untuk mencatat identitas pegawai tersebut dan segera mengeksekusi proses pemindahannya.
“Karo SDM, tolong dicatat Korwil Kabupaten Kayong Utara Adi Afrianto. Saya minta yang bersangkutan dipindah ke Papua segera,” tegas Sudaryono.
Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono menginstruksikan tim internal untuk menyisir seluruh peserta yang dinilai tidak fokus selama rapat berlangsung.
Ia menaruh kecurigaan adanya oknum pegawai yang hanya sekadar menitipkan absensi tanpa benar-benar menyimak arahan.
Sudaryono memerintahkan agar aparatur yang terbukti tidak disiplin langsung dijatuhi Surat Peringatan (SP) Pertama. Ia menegaskan, batas toleransi hanya sampai SP3 sebelum sanksi pemecatan diberlakukan.
“Tolong diberi surat teguran, surat peringatan satu. Tiga kali surat peringatan, pecat. Tolong diperhatikan. Saya tidak segan-segan. Saya tidak ada urusan sama Anda semua,” terangnya.
Bagi Sudaryono, kedisiplinan mutlak seluruh aparatur BGN merupakan syarat utama agar seluruh program strategis pemerintah dapat berjalan optimal di lapangan.












