1,68 Juta Penumpang Kereta Manfaatkan “Face Recognition Board Gate”

Nadzar Lendi

Foto dok KAI Daop I Jakarta

ABNnews – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta sepanjang semester I 2026 memperkenalkan layanan face recognition boarding gate.

Layanan tersebut, juga telah digunakan sebanyak 1.689.524 penumpang kereta api jarak jauh di wilayah tersebut.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta mengatakan angka tersebut menunjukan bahwa pelanggan memanfaatkan layanan tersebut.

“Angka ini menunjukkan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan proses boarding yang praktis, cepat, dan tetap mengutamakan keamanan,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo di Jakarta, Selasa (28/7/2026), dilansir dari Antara.

Inovasi KAI yakni face recognition boarding gate yaitu untuk mempermudah pemeriksaan tiket berbasis teknologi pengenalan wajah.

Melalui layanan tersebut, penumpang kereta api perlu memindai wajah pada mesin pemindai di pintu keberangkatan tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas kepada petugas.

Menurut Franoto, penggunaan teknologi tersebut mempercepat proses pemeriksaan sekaligus memberikan kemudahan kepada pelanggan saat memasuki area keberangkatan.

Selain memberikan kemudahan dan mempercepat proses boarding, pemanfaatan face recognition juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelayanan yang lebih ramah lingkungan.

“Dengan tidak mencetak tiket, pelanggan turut berperan dalam mengurangi penggunaan kertas dan potensi timbulan sampah,” ujar Franoto.

Ia mengatakan, Stasiun Gambir mencatat jumlah pengguna face recognition terbanyak, yakni 1.004.346 penumpang atau sekitar 61 persen dari total keseluruhan pelanggan yang melakukan perjalanan kereta api dari Stasiun Gambir.

Selanjutnya, Stasiun Pasar Senen mencatat 526.244 penumpang, sedangkan Stasiun Bekasi sebanyak 158.934 penumpang.

Saat ini, fasilitas face recognition boarding gate tersedia sebanyak empat unit di Hall Selatan Stasiun Gambir, enam unit di Stasiun Pasar Senen yang berada di area peron 1 serta peron 3-4, dan tiga unit di Stasiun Bekasi.

Franoto menegaskan KAI menerapkan sistem perlindungan data dalam penggunaan layanan tersebut. Data pelanggan digunakan untuk proses verifikasi identitas saat boarding dan dikelola dengan memperhatikan ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku.

“KAI memastikan data pelanggan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan dan verifikasi perjalanan. Keamanan serta kerahasiaan data menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi face recognition,” tegas Franoto.

Cara mendaftar face recognition

Calon penumpang dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi Access by KAI. Selanjutnya, pilih menu akun, kemudian pilih registrasi face recognition.

Berikutnya, masukkan data yang diminta sesuai identitas penumpang, lakukan pengambilan foto wajah melalui aplikasi, dan pastikan proses pendaftaran berhasil sebelum menggunakan fasilitas boarding.

Selain melalui aplikasi Access by KAI, pendaftaran juga dapat dilakukan melalui petugas pada layanan registrasi face recognition di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Bekasi.

“Kami mengajak pelanggan memanfaatkan layanan face recognition agar proses boarding menjadi lebih ringkas. KAI terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas fasilitas ini sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepada masyarakat,” tutur Franoto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *