ABNnews – Jagat media sosial mendadak dihebohkan oleh aksi nekat seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Georgia yang mengendarai sepeda motor matik masuk ke dalam ruas Jalan Tol Pasteur-Padaleunyi, Kota Bandung, Jawa Barat.
Alasan bule pria tersebut nekat menerobos jalur bebas hambatan itu sukses bikin geleng-geleng kepala dan tepok jidat karena mengaku hanya modal percaya pada aplikasi navigasi.
Aksi ilegal bule tersebut sempat memicu kepanikan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Bagaimana tidak, ia dengan santainya memacu motor dengan kecepatan tinggi sembari meliuk-liuk di bahu jalan tol yang tengah padat oleh kendaraan besar dan truk.
Berdasarkan rekaman video amatir yang diambil oleh salah seorang pengendara mobil, bule tersebut terlihat begitu tenang memacu motor matiknya di jalur cepat Tol Padaleunyi. Sang bule sesekali melakukan manuver berbahaya dengan menyalip sejumlah mobil di depannya melalui lajur kiri.
Petugas di gerbang tol sebenarnya sudah mendeteksi kehadiran pemotor asing tersebut sejak awal. Petugas pun sempat memberikan peringatan keras saat pelaku hendak menerobos masuk. Namun, peringatan itu diabaikan begitu saja karena kendala bahasa.
Mendapat laporan adanya kendaraan roda dua yang menyusup ke jalur cepat, tim gabungan Jasa Marga bersama Polisi Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jabar langsung melakukan pengejaran kilat.
Pelarian sang bule akhirnya terhenti setelah petugas berhasil memojokkan dan menghentikan laju motornya di KM 127 Ruas Tol Pasteur. Bule tersebut langsung diamankan ke pos penjagaan untuk dilakukan pemeriksaan mendalam dan dijatuhi sanksi tilang.
Saat diinterogasi oleh petugas menggunakan bantuan penerjemah, WNA asal Georgia tersebut mengaku sama sekali tidak berniat mencari sensasi di jalan tol, apalagi sengaja melanggar hukum di Indonesia. Usut punya usut, ia kesasar akibat buta arah dan terlalu pasrah mengikuti petunjuk ponsel.
“Dari pemeriksaan awal, warga negara Georgia tersebut beralasan masuk ke jalur tol karena sepenuhnya mengikuti petunjuk arah dari aplikasi navigasi (Google Maps) di ponselnya,” ungkap Senior Manager Representative Office 3 Jasa Marga Toll Road, Agus Susilo, Jumat (19/6/2026).
Agus menambahkan, kendala bahasa (language barrier) juga menjadi alasan utama mengapa bule tersebut tetap nekat tancap gas.
Ia mengaku tidak paham jika teriakan dan peringatan ketat dari petugas di gerbang masuk Tol Pasteur adalah larangan masuk untuk kendaraan roda dua.












